Activities

Tuesday, January 12, 2010

SIMBIOSIS PUBLIK RELATION DAN PERS

ETIKA PUBLIK RELATION BY:ERNY EMGOGO
Makalah ini bertemakan Etika Publik Relation dimana didalamnya berisi hubungan kerja yang terjalin antara pihak Publik Relation dengan Pers.Dengan kondisi yang sangat kompetitif pada saat ini bidang PR berupaya merebut dukungan publik dengan melalui berbagai programnya agar perusahaan mereka tetap dapat bersaing dan berkembang terus.Hal ini kaitannya menjalin hubungan dengan pers sangatlah penting.Pers dinilai mmempunyai andil besar dalam perkembangan dunia kerja PR.Pemberitaan yang baik maupun buruk oleh pers kepada publik dapat membawa dampak yang sangat besar bila beritanya tidak akurat.
Dengan adanya membina hubungan kerja yang baik antara kedua belah pihak ,PRO harus mengetauhi jati diri pers tersebut.Keduanya sama-sama tak dapat terpisahkan karena satu sama lain menunjang.Disini ibarat terdapat pertalian simbiosis yang membuat erat.Tetapi dengan adanya hubungan yang baik maka tidak selamanya harus melupakan etika-etika dalam profesi masing-masing.Keduanya harus tetap mempertahankan ruang gerak untuk mencapai tujuan yang sama-sama menguntungkan.
Pada Dasarnya hubungan PR dengan pers mempunyai batasan.Dimana batasan-batasan itu berupa peranan hubungan pers adalah untuk pemuatan atau penyiaran secara maksimal tentang informasi PR yang disampaikan dengan pemberitahuan pengetahuan dan menciptakan pengertian kepada publiknya.
Makalah ini lebih lanjut sebagai tugas dari Dosen Pembimbing Mata Kuliah Dasar-dasar Publik Relation untuk memnuhi nilai tugas yang telah diberikan.Dan makalah ini belum dapat dikatakan sempurna oleh karenanya mohon saran dan kritoknya untuk sedikit menyempurnakannya.Saya berharap makalah ini memberi pengetauhan yang lebih kepada saya dan teman-tenman lainnya.Kiranya makalah yang telah saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja.Amin





PEMBAHASAN
PENTINGNYA PR MEMBINA HUBUNGAN DENGAN PERS
Profesi Public Relation semakin hari semakin memasyarakatdan mendapat tempat dalam kegiatan bisnis modern.Oleh sebabnya banyak perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa merasakan betapa pentingnya membentuk bidang PR untuk memperoleh citra positif dan merebut dunia publik dalam upaya mengembangkan usaha.Untuk meraih dukungan itu PR harus bekerja keras dengan mencari dan memberi informasi kepada masyarakat agar perusahaanya tetap tumbuh pesat dan sokongan publiklah suatu perusahaan dapat berjalan.
Salah satu kegitan PR untuk mendapat dukungan publik dan kepercayaan adalah melalui hubungan pers yakni membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak.( Frank Jefkins,1991:92)dalam bukunya Public Relations,menyebutkan bahwa Definition of Pulic Relation .The role of press relation is to achieve maximum publication or Broadcastinof PR information in order to create knowledge and understanding.
Hubungan pribadi antara PRO tidak berarti harus melacurkan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.Misalnya berita-berita yang tidak layak untuk dimuat atau distorsi dalam pemuatannya akan membohongi publik.Begitu pula PRO tidak memksakan kehendak atau mendapat perlakuan istimewa agar setiap informasi PR harus selalu dimuat atau disiarkan,kendati tidak layak berita.Jadi baik Pers maupun PRO harus tetap proporsional dalam pemuatan dan penyanpaian berita.
Dalam upaya membina hubungan baik dengan pers maka PRO harus mengerti tetntang seluk-beluk media massa itu sendiri.Misalnya bagaimana surat kabar atau majalah itu diterbitkan atau bagaimana televisi dan radio itu diproduksi?Praktisi PR dapat mendatangi tempat kerja rekan-rekan media massa .Bila seorang PRO mengetauhi tentang cara kerja media massa maka informasi PR yang disampaikan akan menjadi layak berita,karena sudah tau bagaimana cara mengemukakan isu yang aktual dan gaya penulisan serta visi dan misi media tersebut.
Kaitan PR dan Media harus tetap erat karena pers sebagai sarana publikasi PR.Sebaliknya Pers membutuhkan informasi resmi akurat dan berimbang yang didapatkan dari PR.Agar PR sebagai sumber berita yang mudah dihubungi dan sebaliknya PR tidak menemukan kesulitan untuk menyampaikan atau membantah berita yang dimuat media massa harus menjalin hubungan dengan baik.Beberapa prinsip umum membina hubungan dengan pers adalah menurut ( Jefkins,1991:94)
1. By servicing the media yaitu memberikan pelayanan kepada media dengan menciptakan kerja sama dan hubungan timbal balik
2. By establishing a reputations for reliability yaitu menegakkan suatu reputasi agar dapat dipercaya.
3. By suuppliying good copy yaitu memasok naskah informasi yang baik.
4. By cooperations in providing material yaitu melakukan kerjasama yang baik dalam menyediakan bahan informasi.
5. By providing verification facilities yaitu penyediaan fasilitas yang memadai.
6. By building personal relationship with the media yaitu membangun hubungan secara personal dengan media.Hal ini mendasari keterbukaan dan saling menghormati profesi masing-masing(Jefkins,1991:95)
Hubungan pers(Press Relation)adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimun atas suatu pesan atau informasi Humas dalam rangka menciptakan pengetauhan dan pemahaman bagi khalayak dan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.Hubungan pers ternyata tidak hanya terkait dengan kalangan pers melainkan juga semua bentuk media lainnya,media catak ,media bioskop,media elektronik seperti radio dan tv..Secara harfiah lebih cepat justru tidak diterima secara luas misalnya saja istilah hubungan media .Meskipun kurang popular bila dibandingkan dengan istilah siaran berita paparan yang menggunakannya termasuk kalangan praktisi Humas Internasional.
Tujuan diadakannya hubungan per situ sendiri adalah menciptakan pengetauhan dan pemahaman .Jadi jelas bukan semata-mata untuk menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan perusahaan induk atau klienn demi mendapatkan suatu atau sososk yang indah daripada aslinya.a harus senantiasa diutamakan.Kalau hal ini benar –benar diperhatikan maka sambutan khalayak pendengar,pembaca dan pemirsa dengan sendirinya akan positif sehingga perusahaan induk dan klienn humas tadi pasti akan memperoleh suatu publisitas yang baik seperti diinginkannya dan pada saat itulah kepentingannya sendiri dapat terpenuhi.

PERBEDAAN YANG BERUJUNG KONFLIK
Menurut Jefkins tidak menutup kemungkinan terjadi konflik dianataranya keduanya karena adanya perbedaan tentang tanggung jawab dan loyalitas.PR bertanggung jawab terhadap kliennya dan karyawan,hal ini tidak berarti melanggar etika profesionalannya,hukum dan kepentingan public.Sedangkan wartawan bertanggung jawab kepada pembaca.pekerjaanya harus mengikuti kebijakan yang sudah digariskan oleh redaksinya.Pada dasarnya kebijakan itu menyangkut keuntungan pembuatan media tersebut.Tujuannay menuntut wartawan untukmembuat tulisan yang laku dijual.
Kondisi ini kadang kala tidak sinkron dengan apa yang PR inginkan dalam pemuatan dan penyiaran berita dan informasi.Menurut Eduard Depari pakar dan praktisi komunikasi dalam ceramahnya PR dan Pers sama-sama bergerak dalam bidang komunikasi.Keduanya mempunyai kepentingan dan kepedulian yang sama terhadap informasi.Aktivis PR dan Pers tetap pada prinsip yang sama yakni sebagai mediator yang menjembatani kepentingan pihak yang saling berinteraksi karena informasi yang disalurkan terkait dengan kegiatan mereka.
Dalam operasionalnya keduanya senantiasa berhasrat untuk menjaga dan mengembangkan citra yang baik terkait dengan kredibilitas masing-masing.Tanpa adanya kredibilitas yang dapat diandalkan akan sulit bagi PR dan Pers untuk meyakinkan khalayak sasaran .Bahwa informasi yang mereka publikasikan layak dijadikan pegangan.Itulah sebabnya sebagai profesi sekaligus professional,PR dan Pers harus mendasarkan kegiatan pada keahlian,tanggung jawab sosial dan solidaritas profesi dan etika profesi.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman ,potensi distorsi dalam kerjasama PR dan Pers adalah:
1. Persepsi tentang PR yang belum seragam baik dikalangan PR,Top manajemen,maupun di mata pers
2. Profesionalisme PR maupun Pers implikasinya akan tampak pada hubungan yang tidak lagi bersifat bussines like,melainkan saling memanfaatkan.
3. Apresiasi minimal terhadap tanggung jawab kerja masing-masing yang saling menimbulkan salah pengertian menyangkut arus informasi yang mungkin tertahan,disebarluaskan atau dimanipulasi.
4. Kecenderungan PR mendekati pers hanya bila ada masalah dan hanya dianggap sebagai trouble shooter.
5. Kecenderungan PR memnfaatkan pers sebagai lembaga penyebar siaran pers yang tidak punya nilai berita dan kaitan dengan kepentingan umum.
6. Kecenderungan instansi tertentu menggunakan pendekatan kekuasaan terhadap pers sementara pers menghindari kesan jangan sampai menjadi pamflet.
7. Last but no least pers memanfaatkan PR (dalam kasus tertentu)sebagai sumber berita namun pemuatan informasi didasarkan untuk motivasi non jurnalistik.
Dalam menjalin hubungan ini keduanya rentan terhadap konflik.PR dan Pers sebagai mediator dalam penyampaian informasi dari lembaga perusahaan haruslah mengedepankan kepentingan publik.

PEDOMAN BEKERJA SAMA DENGAN PERS
Mantan wartawan berirta CBS dan konsultan mediaChester Burger mengatakan bahwa pers sama sekali tidak adil,tidak rasional dan salah.Tetapi jika pers bukan kawan PR maka pers adalah kawan terbaik bangsa dan harus kita hargai ,berterima kasih kepada pers. Berdasarkan gagasan pers yang independen dan bebas berdasarkan prinsip praktek PR yang sehat.Para praktisi berpengalaman menawarkan pedoman untuk bekerja sama dengan pers sebagai berikut:
1. Berbicaralah dari sudut pandang kepentingan publik,bukan kepentingan organisasi.
2. Membuat berita yang mudah digunakan dan mudah dibaca.Gunakan headline yang singkat dan jelas untuk menarik perhatian dan memberikan petunjuk tentang topik bagi pembacanya.Jangan menggunakan jargon ,singkatan yang aneh atau istilah tekhnis atau ucapan ,nama,kutipan akan membuat berita anda mudah dibaca atau lebih menarik.
3. Jika anda tidak ingin pertanyaan dikutip jangan buat pertanyaan itu.Jubir sebaiknya tidak mengatakan Off the rrecord ,karena pertanyaan seperti itu akan menimbulkan rumor lain tanpa diketauhi sumbernya.Beberapa organisasi melarang reporter untuk menerima informasi seperti itu.Lagipula sudah terlambat untuk mengkualifikasi sesuatu sebagai off record setelah anda membuat suatu pernyataan tentang reporter.
4. Nyatakan fakta paling penting di awal .Presentasi logis dari seorang manajer mungkin pertama-tama akan menyebutkan fakta-fakta yang menghasilkan sebuah keputusan .Respon pertama kepada pertanyaan reporter adalah ringkasan pandangan anda atau pengumuman yang layak diberitakan .Respon kedua adalah memberikan contoh atau bukti yang konkret untuk pertanyaan pertama tadi.
5. Jangan berdebat dengan reporter sebab Pr dapat kehilangan kendali diri.Pahami diri jurnalis mencari berita yang menarik dan akan berusaha keras untuk mendapatkan berita itu..Jadi jangan berdebat dengan kuli tinta /pinya sisitem transmitter atau sistem siaran kabel.
6. Jika sebuah pertanyaan menggunakan bahasa yang menyinggung jangan mengulangunya.Reporter bisa memilih kutipan sebagian pernyataan dengan kata-kata yang dibuat seperti berasal dari ucapan si subjek Keahlian menggunakan teknik ini untuk menggiring subjeknya agar mengatakan pernyataan yang bisa menjadi headline


PR DAPAT MEMBANGUN HUBUNGN PERS YANG POSITIF
PR dapat membangun reputasi perusahaan dan PR Officer dapat dipercaya sebagai sumber berita.Akan sangat menguntungkan bila internet digunakan sebagai suatu facilitas dalam melakukan pendekatan dengan pers.Upaya pengukuran untuk mengetauhi efektif tidaknya online dengan hubungan pers adalah menjawab sejumlah pertanyaan diantaranya mengenai seberapa banyak wartawan memberikan alamat emailnya untuk mendapatkan Press Release,Seberapa banyak wartawan yang ber;angganan dengan email PR,Apakah wartawan berusaha mencari klarifikasi informasi pada Pr mengenai perusahaan yang diberitakan dan lain-lainnya.
Banyak hal yang dapat dilakukan antara Pr dengan media diantaranya mencakup kegiatan cliipings(guntingan berita daari koran),menganalisa pendapat umumatau aspirasi kelompok tertentu.menyampaikan informasi dan pernyataan resmi melalui media massa,menyelenggarakan acara jumpa pers atau menyusun dan mengedarkan keterangan pers,membina hubungan komunikasi 2 arah dengan wartawan dan redaksi media massa(surat kabar,tv,radio,majalah)Untuk kegiatan membina dengan pers luar negeri seperti empat kantor berita raksasa(Reuter:Inggris),(UPI:AS),(AP:AS),(AFP:PRANCIS).ABC ,CNN,FEER.BBC,VOA,NHK,IINA dan lainnya.
Begitu pula dalm kegiatan kehumasan yang lain dalam bidang pemerintahan ,diplomasi,pariwisata,untuk perspekti bisnis maupun kehumasan dalam pemerintahan daerah pun untuk menyongsong era globalisasi peran pers sangatlah penting.Mekanisme umpan balik ini juga mensyaratkan bahwa pers selalu diberi kebebasan yang konstruktif,untuk mengontrol para penguasa,bukan kebebasan sebagai dalih untuk menyalahgunakan kebebasan(pembudayaan hedonisme,pornografi,pencemaran nama baik,pembocoran rahasia negara dan sebaliknya).Dalam kaitan ini pula pers dapat dianggap ”oposisi”loyal,bukan asal oposisi,terhadap pemerintah.



MENJADI PR YANG LOW PROFILE
PR yang proaktif akan selalu membantu para pengelola lini dengan menanyakan berbagai(temuan,terobosan,system,inovasibaru,alternatif efisiensi produksi).Aktivitas ini menmbah nilai kerja PR sebagai artikulator,akselerator dan sekaligus konsultan perangsang.Adalah tugas PR menggali dan mengangkat kebenaran dari keyakinan-keyakunan.Selain itu tugas PR mengisi kekosongan secara proporsional dan bijaksanauntuk dipublisitaskan di media kehumasan yang digarapnya.
Mengutip barbagai fakta mengenai berbagai bentuk keberhasilan yang dimulai secara rahasia sebagai proyek yang memberikan dorongan positifbagi karyawan.Dalam system organisasi yang atmosfirnya yang sangat represif,kretifitas orang bukannya tak ada tetapi terpenjara di bawah tanah.Adalah tugas PR membelokkan arah terpaan angin segar ,kekuatan media akan membantu akan diperhatikannyaide-ide secara proporsional dibandingkan dengan ide yang disampaikan sendiri.
Kehadiran media kehumasan terutama setelah PR pengelolanya sendiri sudah diterima sebagai sosok yang berwibawa akan membantu menetralisir system kasta terselubung .Apa yang dimuat media kehumasan sebagai temuan terobosan akan membantu para petinggi tidak merasa jatuh gengsi ketika harus mengapresiasi temuan secara edukatif.



ETIKA PROFESIoNAL SEORANG PR
KERJA SEORANG PR YANG PENUH TANTANGAN
Dalam organisasi kekaryaan akan banyak menjumpai faktor manusia yang dapat ditangani melalui kegiatan PR,dimana etika merupakan faktor yang dominan.Begitu pentingnya etika dalam Public Relation sudah sejak dekade 1960an dirasakan PRO profesional yang terkenal dengan sebutan Code of Athens yang diratifikasi oleh CERP.Menyadari akan peran public relation sangat jelas mencakup skala internasional.Hal ini sanagt mendukung organisasi perusahaan dalam memasuki pasar bebas 2003.Itulah berbagai rambu aktivitas kerja yang harus mutlak ada dan perlu dijiwai secara mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam buku Public Relation &Voorlichting;Beleid,organisatie en uitvoering;Samson,Alphen aan den Rijn ,Brussel,1987,hal.427/38,J.N.A Groenenjik mengatakan bahwa masing-masing negara yang mempunyai PR ,menerapkan dan memiliki organisasi bergabung dengan IPRA .Mereka mempunyai kode etik tersendiri yang bertujuan:
1. Bagaimana seorang PR harus berperilaku terhadap diri-sendiri dan orang lain,publik internal maupun publik eksternal.
2. Tanggung jawab sebagai PR yang diintegrasikan dengan kode etik organisasi yang terkait.
3. Dalam memberi pelayanan terhadap keluhan,ide,kritik,usulan dan ketergantungannya pada organisasi dan pada lingkungan.
4. Melayani kesalahpahaman dengan memperhatikan kebenaran dengan komunukasi yang etis,benar dan tepat.
5. Kualitas dengan memperhatikan realisasi dari tujuan dengan SDM, material yang disediakan,sarana/prasarana,dana,waktu dan lainnya.
6. Tanggung jawab untuk setiap kegiatan
7. Kerahasiaan dan seterusnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa PR atau Humas dapat diibaratkan sebagai cermin dan bertugas memelihara dan bertanggung jawabatas keberhasilan cermin itu adalah pejabat humas beserta stafnya yang dipimpinya dengan carasenantiasa menjaga etiket dan etika dalam pergaulan hidup sehari-hari,baik publik internal maupun ekternal.

PENTINGNYA ETIKA BAGI SEORANG PUBLIC RELATIONS
Pentingnya etika ini bagi pejabat humas karena menyangkut penampilan (profile)dalam rangka menciptakan dan membina citra(image)organisasi yang diwakilinya.Dua konsep penting tadi dari humas tersebut adalah diidentifikasikan oleh G.Sachs dalam karyanya The extent and intention of PR information activities sebagai berikut:Citra(image)adalah pengetauhan mengenai kita dan sikap-sikap terhadap kita yang mempunyai kelompok-kelompok kepentingan yang berbeda.Penampilan atau profile adalah pengetauhan mengenai suatu sikap terhadap kita yang mempunyai kelompok-kelompok yang berbeda.Penampilan adalah pengetauhan mengenai suatu sikap terhadap kita yang kita inginkan mempunyai ragam kelompok kepentingan.
Dalam hubungannya dengan citra dan penampilan ,tampak bahwa citra dan penmpilan tidak pernah serupa.Citra menjadi sasaran faktor-faktor yang dapat kita pengaruhidan yang mempengaruhi.Berarti jelas bahwa kegiatan mengkomunikasikan informasi yaitu cara menyalurkan penampilan sangatlah penting karena merupakan kebijaksanaan informasi.Dalam kaitannya dengan kegiatan manajemen perusahaan sikap etslah yang harus ditunjukkan seorang humas dalam profesinya sehari-hari.Seorang humas harus menguasai etika –etika yang umum dan tidak umum antara lain:
1. Good communicator for internal and axternal public
2. Tidak terlepas dari faktor kejujuran(integrity)sebagai landasan utamanya
3. Memberikan kepada bawahan atau karyawan adanya sense of belonging dan sense of wanted pada perusahaanya
4. Etika sehari-hari dalam berkomunikasi dan berinteraksi harus tetap dijaga
5. Menyampaikan informasi penting kepada anggota dan kelompok yang berkepentingan
6. Menghormati prinsip-prinsip rasa hormat terhadap nilai-nilai manusia
7. Menguasai teknik dan cara-cara penanggulangan kasus sehingga dapat memberikan keputusan dan pertimbangan secara bijaksana
8. Mengenal batas-batas yang berdasar pada moralitas dalam profesinya
9. Penuh dedikasi dalam profesinya
10. Menaati kode etik humas

PROFESI DAN PROFESIONAL DUNIA PR
Sebagai seorang profesional PR/Humas harus mampu bekerjaatau bertindak melalui pertimbngan matang dan benar,yaitu dapat mebedakan secara etis.Mana bagian yang dapat dilakukan atau tidak,sesuai dengan pedoman kode etikprofesi yang disandang.Melalui pemahaman etika profesi tersebut diharapka para profesional dan khususnya PR/Humas yang harus mempunyai kemapuan tertentu.Diantaranya:
1. Kemampuan untuk kesadaran etis yang merupakan landasan kesadaran yang utama,bagi seorang profesional untuk lebih sensitif dalam memperhatikan profesi bukan untuk subjectif,tetapi ditujukan untuk kepentingan yang lebih luas(objektif)
2. Kemampuan untuk berpikir secara etus dan mempertimbangkan tindakan profesi atau mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasioanl,objektifdan penuh dengan integritas serta tanggung jawab yang tinggi.
3. Kemampuan untuk berperilaku secara etis,yaitu memiliki perilaku,sikap,moraldan tata karama(etiket)yang baik dalam bergaul atau berhubungan dengan pihak lain.Termasuk memperhatikan hak-hak pihak lain dan dengan menghormati pendapat atau martabat orang lain.
4. Kemampuan untuk kepemimpinan yang etus (etichal leadership)yakni kemampuan atau memiliki jiwa untuk memimpin secara etis.Diperlukan untuk mengayomi,membimbing dan membina pihak lainyang dipimpinya,termasuk menghargai pendapat dan kritikan orang lain demi tercapainya tujuan dan kepentingan bersama.

KESIMPULAN
Kinerja Pr tanpa adanya dukungan pers sangatlah mustahil bisa berjalan lancar.Ibaratnya kedua profesi ini sangat erat kaitannya dalam pemberian pemberitaan dan informasi bagi publik.Walaupun terkadang banyak kecurangan dan saling memanfaatkan satu sma lain ,tapi disini mereka harus tetap menjaga etika profesi kedua belah pihak.PR tanpa adnya dukungan pers tidak dapat berkembang dengan maju.Sebaliknya pers tanpa adanya sumber bahan informasi maka akan mandul dalam perolehan informasi.
Disini pejabat humas bergiat melayani publik sebagai wakil dari organisasi atau perusahaan tempat ia bekerja.Dalam menjalankan profesinya satu sma lain harus menghargai etika dengan cara menata tingkah laku agar citra yang mebawa dirinya atau organisasi yang diwakilinya tetap positif.PR juga harus berperan aktif memajukan perusahaanya dengan membawa profile dan citra yang baik.
Terkadang walaupun masalah menggelutinya dengan pers ,maka hendaknya keduanya tetap selalu berpegang pada etika aturan-aturan yang telah di buat.Segala persoalan yang terjadi diantara keduanya dapat diselesaikan dengan tidak membawa kerugian pada kedua belah pihak.Disini jika kerja sama yang dibangun keduanya baik dapat membawa pwngaruh dan dampak yang besar bagi kepentingan publik.
Dalam upaya membina hubungan pers yang baik ,PRO harus mengerti seluk beluk dunia pers.Kaitan antara keduanya harus tetap erat karena PR tudak dapat meninggalkan pers sebagai sarana informasi publikasi PR.Sebaliknya pers membutuhkan informasi akurat dan lengkap dengan dukungan dari pers.



DAFTAR PUSTAKA
1. Jefkins,Frank.1995.Public Relation Edisi ke 4.Jkarta:Erlangga.
2. Maria,Assumpta.Sr.2002.Dasar-Dasar Public Relation Teori dan Praktek.Jakarta:PT Gramedia.
3. May,Rudi.T.2005.Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Internasional.Bandung:PT.Refika Aditama.
4. Mulyana,Dedy.2004.Komunikasi Popular.Bandung:Pustaka Bani Quraisy.
5. Priyono,Herien.2005.Public Relation sebagai Strategic Tools.Jogjakarta:UUI Press.
6. Soemirat ,Sholeh.2005.Dasar-Dasar Public Relation.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.




REGULASI TERHADAP MEDIA MASSA



Regulasi terhadap media massa dimaksudkan adalah adanya berbagai peraturan-peraturan yang ditujukan untuk media massa dan industrinya.Selama ini Negara menjadi pengatur regulasi media tampak dominan sehingga pemerintah dalam posisinya disebut regulador media yang fungsinya ganda.Dari sisi bentuknya media masa terdiri dari surat kabar,majalah,radio,televisi dan film.Dan hukum yang mengaturnya dibagi menjadi 3 yakni hukum pers,hukum penyiaran dan hukum film.Dengan begitu pengklaasifikasiannya yakni hukum pers mengatur surat kabar dan majalah,hukum penyiaran mengatur radio dan televisi serta hukum film mengatur tentang film.

Menurut Prof. DR. Isang Gonarsyah (2001) PPs-IPB, regulasi adalah “upaya sadar oleh individu atau kelompok individu untuk mempengaruhi sikap dari individu atau organisasi lainnya. Sifat regulasi berusaha membatasi prilaku sesorang atau kelompok.
Menurut Stigler regulasi adalah tanggapan pemerintah atas permintaan regulasi oleh kelompok-kelompok orang atau lapisan masyarakat agar kepentingannya terpenuhi walau terkadang merugikan kelompok lainnya.Dalam hal ini yakni media massa berarti ada pro dan contra antara pelaku media dan penikmat media massa itu sendiri.

Media massa bila dilihat dari posisinya yakni sebagai lembaga social ,media massa berinteraksi dengan lembaga social yang lainnya.Ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga yang lanilla.Maka dalam keadaan seperti ini media mempunyai regulasi.Regulasi yang dimaksud terhadap media massa dapat berbentuk peraturan pemerintah,keputusan pemerintah,dan Undang-undang(UU).Sedangkan UU inilah yang kemudian disebut hukum media massa.

Dilihat dari jauh sebenarnya hukum media massa mempunyai tujuan yang dapat dikelompokkan yakni pertama untuk mengendalikan media massa.Dalam konteks ini peranan hukum media massa yakni merupakan instrumen untuk membatasi media massa agar tidak melencenga dari keinginan,misalnya pemerintah.Pada titik inilah hukum media massa disebut memiliki karakter politik.Tujuan yang kedua yaitu untuk mengatur media massa agar perperilaku wajar sesuai dengan keinginan masyarakat,agar tidak merugikan masyarakat .Dalam konteks ini berarti media massa memiliki karakter social.

Regulasi media massa juga melibatkan kebijakan media massa dimana kebijakan ini merupakan upaya untuk mengatur keberadaan media massa dan industrinya.Kebijakan media massa merupakan kebijakan komunikasi.Ini berarti kebijakn media massa merupakan kebijakan Public .Kebijakan media massa merupakan kumpulan prinsip dan norma yang mengatur sistem media massa Indonesia.Oleh karena itu kebijakan media massa ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan social,politik dan ekonomi sebuah negara.

Pada tataran hakikat dapat dilihat bahwa regulasi media merupakan konsekuensi logis dari permainan simbol budaya yang diciptakan oleh manusia. Dalam hal ini, institusi yang berwenang membuat regulasi yang tetap adalah pemerintah.Regulasi media harus dilihat sebagai satu keseluruhan permainan tiga aktor utama dari percaturan media massa terutama di Indonesia, yaitu pasar, masyarakat, dan negara. Hubungan antara tiga aktor utama itu bersifat mendua. Pertama, artinya bahwa hubungan yang baik ketika tiga aktor tersebut bisa menjalin hubungan yang harmonis dan saling mengisi. Kedua, artinya bahwa hubungan antara ketiga aktor tersebut ada pihak yang mendominasi pihak lain.

Dalam kerangka pembuatan aturan main secara ekonomi politik fair dalam bidang media, maka dirasakan perlu untuk membentuk hubungan yang harmonis antara tiga aktor tersebut. Masalahnya institusi sah yang bisa mempunyai kekuasaan regulator adalah negara. Negara wajib dan berwenang untuk mengatur kebijakan media sehingga bisa mencapai fairness bagi semua pihak.Konsekuensi kekuasaan politik dan ekonomi media yang dipunyai oleh negara juga tetap menjadi konsekuensi global, di mana di dalamnya ada seperangkat nilai yang mau ditawarkan. Fungsi negara menjadi sangat vital. Kiranya urgensi peran negara dalam pengaturan globalisasi media tetap diperlukan.

Perkembangan kapitalisme lanjut, seperti yang dikatakan oleh Habermas, juga tetap memerlukan negara sebagai faktor regulator yang menjamin kepentingan publik berikut kepentingan pasar. Masalah komunikasi antara publik, pasar dan negara merupakan wacana tersendiri dalam demokratisasi dan komunikasi politik yang rasional. Tidak terhindarkan peran negara dalam fungsi regulator karena selain bahwa negara mempunyai mandat kedaulatan publik, negara juga mempunyai aparat yang bisa membuat pemberlakuan efektif sebuah regulasi.

Operasionalisasi regulasi media yang dilakukan dalam konstelasi standarisasi nilai yang disepakati dan konteks politik ekonomi yang berkembang. Standarisasi norma dan pengaturan media menjadi point yang krusial. Hal itu disebabkan standarisasi norma dan pengaturan media memuat berbagai ragam kepentingan, pengaruh, ideologi sosial politik, praksis ekonomi. Kasus regulasi media di Indonesia memuat ragam kepentingan yang bercampur dalam seluruh interaksi saling mengandaikan antara pelaku/subjek pasar kapitalisme Indonesia yang sering bersifat erzats (kapitalisme semu karena fasilitas birokrasi), masyarakat Indonesia yang plural dan rentan disintegrasi, media massa Indonesia yang sering kali berperilaku jinak-jinak merpati tapi di lain waktu media Indonesia bisa bersifat seperti serigala yang bisa memangsa konsumennya sendiri, dan perilaku pemerintah yang masih mencari-cari identitas legitimasi sosial-etis atas rakyatnya sendiri.

Ragam kepentingan, ideologi, sistem sosial-budaya-ekonomi yang masuk dalam usaha regulasi media di Indonesia mempengaruhi arah dan objektivitas regulasi media di Indonesia. Setidaknya ada tiga pihak yang berkepentingan dalam regulasi dan globalisasi media di Indonesia. Pertama adalah masyarakat komunitas (society-publik). Pertanyaan kritis untuk memahami peran dan fungsi regulasi media, terutama dalam era globalisasi media, adalah sejauh mana regulasi media mampu melindungi, memberdayakan, memampukan masyarakat menjadi pihak yang mandiri dalam terpaan informasi media baik lokal, nasional maupun globa .Artinya apakah regulasi media di Indonesia mampu menciptakan dan membentuk ranah publik, komunitas atau media yang sensitif-akomodatif sehingga publik/masyarakat semakin bisa menyuarakan aspirasi secara efektif, bebas, sehat dan rasional



HAL-HAL YANG MELATARBELAKANGI REGULASI TERHADAP MEDIA MASSA DI INDONESIA

Dari sekian kelemahan dan persoalan mendasar dalam regulasi media, tetap saja harus diakui bahwa gerak regulasi media Indonesia merupakan usaha tanggap tanda jaman para insan media mencermati perkembangan globalisasi media.Nilai demokratisasi, transparansi menjadi titik tolok ukur bagaimana media harus diperlakukan sama seperti institusi demokrasi lainnya. Selain itu, media global ditantang untuk tidak hanya menawarkan pembusukan simbol tapi dengan tataran nilai akuntabilitas, kredibilitas; diharapkan media global khususnya Indonesia untuk menjadi tempat yang baik dan subur pengembangan masyarakat yang rasional dan informatif. Tentu saja, masyarakat yagn komunikatif, rasional dan informatif adalah masyarakat yang mampu memaksimalkan ranah privat dan publik secara sinergis.

Point-Point Ide dalam Pengembangan Regulasi Media di Indonesia
Perspektif politik ekonomi media adalah salah satu perspektif yang bisa dipakai untuk memberikan ide-ide pengembangan regulasi mengantisipasi globalisasi media di Indonesia yang sedang berkembang sampai sekarang.Pendekatan political economy untuk kajian regulasi media menyiratkan bahwa ada hubungan yang erat antara kepemilikan media, pengawasan media, hubungan antara industri media dengan industri lain atau pada elite sosial lainnya.

Di lain pihak, globalisasi media mempertegas posisi media sebagai instrumentalisasi komoditas (Schudson, 1992; Mosco, 1996). Padahal media massa sebagai agen kebudayaan sosial memuat peran yang tidak kecil, yaitu memecahkan nilai tradisional, promosi identitas nasional, disseminasi keahlian tertentu dan mempercepat ekspansi pendidikan formal serta pengembangan pendidikan. Itulah sebabnya pembahasan dan pembuatan regulasi media tidak bisa memisahkan diri dari perspektif politik ekonomi, justru karena media telah menjadi media independen untuk komodifikasi budaya, spasialisasi kehidupan sosial dan sebagainya. Di samping itu, perspektif politik ekonomi media juga harus mengikuti tren dan kajian modern mengenai media, kalau tidak mau ketinggalan fakta dan empiri yang sudah lebih maju. Perspektif politik ekonomi juga harus mulai memperhatikan soal virtuality dan simulacrum yang diciptakan oleh media baru seperti Internet (Braudillard, 1999)menyangkut masalah undang-undang pornografi telah jelas dan untuk menjaga nilai0nilai dalam budaya masyarakat agar tidak ada penyimpangan.

Kedua adalah ide penguatan makna ruang dan kepentingan publik dalam regulasi media. Urgensi penguatan ruang dan kepentingan publik dalam regulasi media disebabkan oleh kemendesakan peran dan fungsi sosial publik sebagai pemegang kedaulatan yang utuh dan transparan. Ruang publik merupakan tempat atau ruang di mana rakyat dengan sengaja meluangkan waktu membicarakan peristiwa sehari-hari dan unsur dialog tersebut penting bagi pengembangan demokrasi (Frazer, Nancy, 1993). Ruang publik adalah tempat di mana setiap warga secara bebas terlibat dalam wacana realitas sosial yang mengontrol negara dan pasar. Fungsi media adalah untuk menjembatani dan menjadi wacana bebas bagi publik. Ruang publik adalah tempat di mana ada ruang untuk media menyebarkan informasi fakta yang diperlukan untuk pemenuhan, penentuan sikap baik sikap sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Regulasi globalisasi media seharusnya mampu menemukan ruang publik yang lebih luas dan bertambah luas. Artinya regulasi media juga menciptakan ruang demokrasi dengan mendorong dan menstimulasi media komunitas (community media) yang membawa aspirasi original masyarakat komunitas tersebut. Dalam RUU penyiaran, hal itu memang diatur tapi masalahnya lembaga penyiaran komunitas yang diatur dalam RUU tersebut tidak secara eksplisit mampu dengan mandiri, swasembada, self-regulatory menjadi alat penguatan masyarakat (lihat RUU penyiaran ps 18). Kemampuan masyarakat untuk menyediakan informasi alternatif di samping terpaan arus informasi yang begitu dahsyat membawa dampak penting bagi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sebagai civil society.

Secara umum regulasi media di Indonesia masih mempunyai kesan mentalitas free of…..(bebas dari) belum menjadi paradigma kebebasan untuk. Termasuk juga dalam soal arus pengadaan media komunitas sebagai sarana perkuatan basis modal sosial (social capital) setiap komunitas masyarakat Indonesia.
Sebuah media yang menjadi ruang publik mengandaikan media yang harus ditata dan profesional sehingga bisa menjadi saran yang menjamin berlangsungnya tindakan dan refleksi. Media komunitas, baik cetak maupun elekronik diharapkan mampu berfungsi secara maksimal.

Ketiga, regulasi media perlu juga memuat beberapa masalah lentur teknologistik-ekonomis yang belum terprediksi secara jelas. Soal kepemilikan silang, apabila tidak diatur secara jelas maka akan mengakibatkan sistem monopoli opini yang membahayakan konsep refleksi diri dan sosial masyarakat (bdk bab 2 pasa 5 point g – RUU penyiaran). Masalah redefinisi dunia cyber yang berkembang di Indonesia. Kejahatan-kejahatan baru melalu internet belum mendapat perhatian yang lebih dari para pelaku media (berkaitan dengan masalah modifikasi, spasialisasi, revolusi konsep ruang-waktu dalam berkomunikasi, soal etik kekayaan intelektual yang mudah dicuri dan digandakan secara massal dan sebagainya).

Harus ada solusi dari dampak negatif penyiaran pertelevisian di Indonesia agar masyarakat sebagai khalayak dapat memaknai iptek dengan intelektual yakni bersifat ilmiah, emosional yakni tidak menyimpang dari tata krama dan spritual yakni tidak berlawanan dengan keyakinan beragama. Yasir MSi ahli media massa dari ilmu Komunikasi Unri menyebutkan tiga solusi dari dampak negatif penyiaran dengan kekuatan kapital dibelakangnya yakni, pertama, melakukan regulasi media massa agar informasi diinterprestasikan khalayak secara logis dan bermakna, kedua memperkuat jaringan civil education untuk menciptakan masyarakat yang kritis dengan daya tangkal dan daya resistensi yang kuat terhadap informasi, ketiga, menciptakan countermedia yaitu media yang tumbuh dari publik diawasi oleh publik dan mampu memperjuangkan kepentingan-kepentingan publik yang beraneka ragam.
Masyarakat tidak perlu berpangku tangan dengan pemerintah tapi ikut serta aktif menyuarakan haknya di ruang publik melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang belum menampakkan eksistensinya sebagai lembaga yang memiliki wewenang penyiaran di Indonesia. Saatnya kini pertelevisian Indonesia mengembalikan fungsi kontrol sosialnya agar siaran-siaran layak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini begitu penting karena nilai-nilai yang terkandung didalam agama lebih utama dibandingkan kepentingan-kepentingan perorangan atau kelompok yang dapat merusak kemaslahatan kehidupan masyarakat menuju peradaban yang lebih tinggi.
Jadi regulasi media sangat diperlukan untuk mengatur media massa karena dengan adanya peraturan maka media massa tidak serta merta berlaku bebas terhadap pemberitaan,penyiaran serta mempublikasikan hal-hal yang kiranya menjerumuskan masyarakat atu merugikan bagi masyarakat luas.Kasus kasus yang sering diberitakan media dan menjadi pro dan kontra diantaranya pencemaran nama baik,karena mengatasnamakan kebebasan berbicara dan berpendapat yang tidak seimbang sehinnga merugikan salah satu pihak.Privasi dalam hal publisitas.Ranah lingkup hal-hal yang harus diregulasi diantaranya adalah:
1. Media cetak(membatasi Koran untuk tidak memberitakan hal-hal yang faktanya dilapangan nihil.
2. Media penyiaran yakni tv dan radio senantiasa memberitakan atau membuat program yang tidak menyesatkan bagi pemirsa maupun pendengarnya
3. Media massa tentang hak cipta
Tentang Regulasi Media massa
a. Regulasi media merupakan konsekuensi logis dari permainan simbol budaya yang diciptakan manusia
b. Institusi yang paling berwenang membuat kebijakan  pemerintah/negara
c. Pemerintah sebagai institusi sah yang mempunyai kekuasaan regulatif untuk mencapai fairness.
d. Negara sebagai penerima mandat kedaulatan publik sekaligus memiliki aparat yang dapat membuat pemberlakuan kebijakan menjadi efektif
ELEMEN-ELEMEN REGULASI PENYIARAN
 Secara umum elemen-elemen regulasi penyiaran berlaku universal dim setiap negara:
1. Elemen sentral  sistem perijinan.
Media berhak bersiaran jika berhasil mendapatkan ijinn dari otoritas negara yang bertanggung jawab dalam menetapkan kriteria bagi penggunaan gelombang. Dalam konteks Indonesia hal ini termaktub dalam UUD 1945 ps 33 ayat 3 dan 4, UU penyiaran No 32/2002, pasal 1 (ayat 8); 6 (ayat 2); 7 (ayat 2); 33(ayat 3, ayat 4, dan ayat 5)
2. Peraturan pencegahan konsentrasi kepemilikan dan kepemilikan silang media penyiaran.
 Straubhaar & LaRose (1997): “the economic of large scale cultural industries, tend ton create oligopolies”. Barangsiapa mengontrol sebagian besar pemirsa dan pendengar, melalui penguasaan isi media, maka ia akan berada pada posisi utama, untuk mempoengaruhi sikap dan perilaku khalayak.








PRABOWO SEBAGAI ORATOR????

KAMPANYE TERBUKA PARTAI GERINDRA

Kampanye terbuka Partai GERINDRA dilakukan pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2008.Kampanye ini bertempat di Alun-alun utara kota Jogjakarta.Massanya pun lumayan cukup besar 2000 lebih partisipan dari daerah jogja dan sekitarnya.Simpatisan partai GERINDRA ini terdiari dari berbagai latar belakang yakni dimulai dengan asosiasi tukang becak,petani,pedagang(pasar),Nelayan dan berbagai kalangan lainnya.Mereka membaur jadi satu dengan mengenakan kaos serta topi bertuliskan serta berlambang burung Garuda yang merupakan lambang dari partai ini.Dalam kampanye ini juga mendatangkan artis yakni 3 Diva yang dikenal sebagai partisipan partai GERINDRA.Pada kampanye partai ini yakni ketua umumnya H.Prabowo Subiakto selaku oratornya yang membangkitkan semangat massa gerindra.

Berikut penjelasan saat ketua gerindra menyampaikan orasinya:
Tema yang diusung partai ini adalah ”Kembalikan Indonesia menjadi Macan Asia”.Saat menyampaikan orasinya prabowo membujuk serta merayu massanya untuk mencontreng gerindra serta kader-kader partainya.Saat berorasi prabowo hanya menggunakan micropon yang bejumlah 2 .Tidak ada podium ataupun stand mic.Saat berorasi prabowo didampingi petinggi-petinggi gerindra serta kader-kadernya.Diantaranya adalah Bapak permadi sebagai petinggi di jajaran Gerindra.Pak parabowo langsung membakar semangat dengan gagasan-gagasannya yang lugas tanpa menggunakan alat tekhnologi untuk menjelaskan kepada massanya(tidak menggunakan bantuan virtual).
Saat berorasi Prabowo tidak menggunakan standart pidato yang penuh dengan sistematikannya.Prabowo langsung membuka acara serta memperkenalkan petinggi-petinggi gerindra.Setelah itu Beliau melanjutkan orasinya dengan bagian isi dari orasinya.Sebenarnya pada dasarnya orasi yang dilakukan Prabowo tidak runtut karena tidak ada sistematika dan mengalir seperti adanya.Pada walanya diadakan doa pembukaan yang dilakukan salah satu Kyai,setelah itu prabowo mwnyampaikan orasinya dengan langsung menuju poin-poin pentingnya.Dengan gaya yang lugas Beliau meyakinkan massa dan merayu massa untuk tetap mendukung parta Gerindra.Saat berorasi tidak menggunakan note ataupun catatan.Selalu mengulang kata-kata penyemangat GERINDRA JAYA,INDONESIA RAYA.Tampak sekali saat berorasi tidak ada persiapan dan langsung to the poin terhadap isi pidatonya kepada massanya.

Poin-poin isi orasi Prabowo diantaranya:
1. Sistem Ekonomi yang tak kunjung berpihak pada masyarakat kecil.yakni dengan ilustrasi dan pembuktian-pembuktian realitas masyarakat bahwa sistem ekonomi Indonesia hanya dinikmati oleh segilintir orang yang mempunyai kepentingan.Sementara orang di bawahnya hidup sangat ridak wajar dan tidak mengarahkan rakyat meuju kemakmuran bersama.Bukti-bukti penindasan rakyat dengan ekonomi yang lemah.
2. Mengajak Rakyat untuk bangkit menuju kemakmuran.
3. Berjanji mengentaskan masalah kemiskinan.
4. Memperbaiki standart pendidikan yang tidak semua orang mendapatkannya.)hanya golongan tertentu).
5. Berjanji untuk memprioritaskan nasib nelayang,petani dan pedagang agar dapat hidup layak.
6. masalah korupsi dan penanggulangannya.


Prabowo dalam berorasi mengedepankan aspek-aspek sebagai orator yang ulung walaupun orasinya terbatasi waktu yakni sekitar 30 menit.Dia mempunyai suara yang lantang,kontak mata kepada peserta kampanye juga baik,gerak tangannya meyakinkan dan penuh dengan semangat(yakni mengepalkan tangan tanda semangat tinggi,bloking saat kampanye juga tidak monoton yakni menghampiri masa dari pinggir kiri dan kanan.Dari segi suara cukup bagus untuk di dengar massaya dengan berbagai aspek yakni intonasi-nada,tempo bicara serta jeda sangat pas dan lantang dalam berbicara sehingga enak didengar.Komunikasi non verbalnya juga sangat menarik untuk dinikmati yakni membagi-bagi topi kepada massanya dengan melempar beberapa topi.Lalu menyalami massanya dengan turun digendong beberapa panitia dengan pengawalan polisi serta berada di tengah-tengah lapangan dan bersalaman dan membaur dengan simpatisan gerindra.

Serta hal hal yang menarik lainnya mengajak salah satu penjual asongan naik ke atas panggung dan mengadakan tanya jawaab,serta membagi-bagi makanan jualan pedangang tersebut di makan sendiri dan membagi-bagikan(melempar makanan)kepada massa,Serta memberi janji-janji kepada masa dan pedagang tersebut.Dan bernyanyi bersama dengan bintang tamu gerindra dan mengajak masa untuk berhibur diri sejenak.
Menurut saya Prabowo sebagai orator cukup bagus karena menguasai masa,akan tetapi karena keterbatasan waktu membuat orasi yang disampaikan tidak beraturan dan tidak ada sistematikannya.Tapi dalam keterbatasan waktu membuat retorikanya cukup simpel,lugas jelas dan mudah di cerna massanya.Beliau juga menyampaikan orasi dengan menggunakan peribahasa-peribahasa yang dikutip dari bung karno serta peribahasa umum .Dengan singkat,padat dan jelas orasi prabowo dapat berkenan di hati masanya.

MEDIA SEBAGAI PENINGKAT SENTIMEN INDONESIA ATAS PENGKLAIMAN HASIL KEBUDAYAAN OLEH MALAYSIA

SEJARAH HUBUNGAN INDONESIA DAN MALAYSIA


Indonesia dan Malaysia ibarat adalah negara kakak adik.Dengan adanya banyak persamaan antar keduanya.Persamaan itu seperti dalam segi bahasa yang digunakan kedua negara.Bahasa melayu dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang keduanya hampir sama dan digunakan oleh penduduk kedua negara.Apalagi Indonesia pada jaman 20an pernah menggunakan bahasa melayu sebelum menjadikan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa negara.Terutama saat pendeklarasian sumpah pemuda pada tahun 1928.Kedua negara dikenal sebagai negara serumpun karena memiliki banyak kesamaan akar budaya seperti sejarah kerajaan-kerajaan jaman dulu,agama yang hamper sama ditambah pula keturunan yang hamper sama.Suku melayu yang merupakan suku terbesar Malaysia juga ada di Indonesia khususnya tinggal di Kalimantan dan Sumatra.Dan karena hubungan inilah kedua negara dianggap sebagai negara yang mempunyai identitas bersama dan memudahkan penyelesaian masalah antar negara ini.
Pada akhir-akhir ini hubungan yang harmonis tersebut harus ternodai dengan berbagai peristiwa yang melibatkan keduanya.Peristiwa yang menyebabkan ketegangan tersebut dimulai dari masalah perlakuan terhadap para pekerja Indonesia di Malaysia,pengklaiman Malaysia terhadap berbagai hasil kebudayaan dan hasil karya Indonesia yang selalu menimbulkan protes dan ketegangan di Indonesia.Apalagi dengan menangnya Malaysia dalam perebutan wilayah yang nyata-nyata milik Indonesia yakni pulau sipadan dan ligitan dan klaim Malaysia terhadap wilayah perairan Ambalat di Sulawesi telah menggegerkan Bangsa Indonesia.
Hasil kebudayaanpun tidak luput dari pengakuan Malaysia.Dari berbagai kebudayaan diantaranya yang menjdi pengklaiman adalah Reog,Batik,Angklung serta lagu daerah Rasa sayange.Pemerintah Malaysia mengklaim reog sebagai hasil budayanya karena reog merupakan budaya warisan negara tersebut.Di Indonesia sendiri reog merupakan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari Jawa Timur yakni yang terkenal adalah reog Ponorogo.Kemudian batik ,Dunia telah mengetauhi bahwa batik itu adalah hasil karya khususnya di daerah jawa.Apalagi banyak batik yang telah lahir di Indonesia.Dan batik yang paling terkenal adalah batik Solo dan Yogja.

Tidak hanya seputar itu pengklaiman Malaysia menjurus kearah dunia musik khususnya musik daerah dan tradisional.Lagu Rasa sayange merupakan lagu daerah Maluku dan lagu ini telah hafal ditelinga bangsa Indonesia malahan.Bahkan lagu ini juga merupakan lagu yang wajib di hafal di sekolah Dasar di samping lagu-lagu daerah lainnya.Pada awalnya Indonesia tahu lagu ini di klaim saat iklan tentang persatuan rakyat Malaysia.Apalagi iklan ini dibiayai oleh salah satu departemen kebudayaan Malaysia.Dan Indonesiapun tidak dapat menerimanya begitu saja atas pengakuan tersebut dan disebarluaskan di media sebagai hasil budaya Malaysia.

Kasus lainnya adalah tentang para pekerja Indonesia yang mengadu nasib di negari jiran itu hanya untuk mendapatkan ringgit.Dimana kasus itu sangat menyakiti Indonesia.Pahlawan pemberi devisa terbanyak untuk negara pulang ke Indonesia dengan kabar deportase yang dilakukan Malaysia karena tidak mempunyai paspor yang jelas .Sehingga Indonesia dikenal sebagai imigran gelap terbanyak masuk daerah Malaysia.Terlebih lagi Para TKI membawa kabar yang tidak mengenakan yakni penganiayaan yang menimbulkan kematian .Dan pemerintah Malysia seolah lepas tangan jikalau TKI tersebut tidak lengkap datanya.Dan media juga sering memberitakan para TKI kita yang pulang dengan keadaan memprihatinkan karena luka-luka di sekitar tubuhnya karena penganiayaan oleh majikannya.

Dari kejadian-kejadian diatas hubungan antara Ri –Malaysia sangatlah buruk.Dari bebrbagai kejadian itu kesan yang dapat ditangkap adalah Malaysia adalah bangsa yang semakin arogan,sombong meginjak harga diri dan wibawa Indonesia dan tidak tau balas budi.Kearoganan tersebut semakin menjadi ketika Pemerintah Malaysia tidak mau meminta maaf kepada Indonesia di depan media.Dan merundingkan semua perkara-perkara yang terjadi antara kedua negara tersebut.Media Indonesia Aapalgi media Indonesia memblow up secara besar-besaran masalah ini dan banyak membakar semangat tentang adanya konfrontasi dengan Malaysia yang mengingtakan pada zaman Soekarno.

PEMBAHASAN

• KEBUDAYAAN
Kebudayaan menurut Edgard Buenett Taylor dalam karyanya yang berjudul Primitive Culture,bahwa kebudayaan adalah kompleks dari keseluruhan pengetauhan ,kepercayaan,kesenian,hukum,adat-istiadat dan setiap kemampuan lain dan kebiasaan yang dimiliki manusia sebagai anggota sebuah masyarakat .Atau menurut Hedding dan Glick (1992) kebudayaan itu dapat dilihat secara material maupun non material.Kebudayaan materiil tampil dalam objek material yang disampaikan ,kemudaian digunakan manusia.Misalnya dari alat-alat yang sederhana.Sebaliknya budaya non materiil adalah unsur-unsur yang dimaksudkan dalam konseo-konsep norma-norma,nilai-nilai,kepercayaan/keyakinan serta bahasa.

Taylor menyatakan (1988)dalam istilah popular kebudayaan diartikan sebagai pandangan hidup dari sebuah comunitas atau kelompok.Peranan kebudayaan menjadi sangat besar dalam ekosisitem komunikasi,karena karakteristik kebudayaan antarkomunitas atau bisa juga antar negaradapat membedakan kebudayaan lisan dan tertulis yang merupakan kebisaan statu comunitas dalam mengkomuniksaikan adat-istiadatnya.Jadi pesan-pesan pengetauhan ,kepercayaan ,perilaku Sejas awal tatĂșala orang tidak bisa menulis dapat dikomunikasikan hanya dengan kontak antar pribadi langsung atau dengan pengamatan yang mendalam terhadap peninggalan hasil kebudayaan dan informasi yang paling minimum dapat disebarluaskan.

Edward T hall(1959)bahwa kebudayaan dan komunikasi dan begitu sebaliknya komunikasi adalah kebudayaan.Beramsusikan diatas hasil kebudayaan Indonesia yang diklaim Malaysia adlah merupakan sebuah hasil kebudayaan yang materiil.Dimana kebudayaan ini lahir diciptakan oleh manusia baik itu anonim ataupun ada yang mengakui secara turun-temurun.





A PERSETERUAN TAU DARI MEDIA

Dari semua pengklaiman Malaysia terhadap banyak budaya Indonesia,Masyarakat tau dari media .Dengan semaikin banyaknya media di Indonesia yang melakukan agenda setting maka pemberitaan ini muncul protes secara besar-bbesaran.Pada awalnya isu ini muncul bermula dari pemberitaan media Indonesia.Justru pemerintah yakni departemen pariwisata dan kebudayaan selaku departemen yang menaungi segala kebudayaan haruslah tau .Semakin banyaknya media memberitakan pastilah ada pro dan contra .Inipun juga dibumbui aroma penambahan berita-berita yang di 2 negara ini tidak seimbang
Perang adu argumen ,adu statement,protes di setiap daerah,demontrasi besar-besaran yang malah justru mempersatukan sebagai bangsa yang kehilangan akar budayanya seolah-olah menjadi makanan setiap hari di media massa.Para wartawan(jurnalis dan fotografer berbondong-bondong ke Malaysia untuk mengetauhi situasi dan kondisa Malaysia apakah pemberitaan tersebut seheboh seperti di negara Indonesia.Justru pada kenyataanya pemberitaan tersebut tidaj berdampak besar pada masyarakat Malysia.Ibarat kata Bangsa Indonesia yang telah tersakiti hanya berperang dengan pemerintahannya saja.
Media-media Malaysia ssebenarnya juga memberitakan protesnya rakyat Indonesia tetapi pemerintah Malaysia malah justru menanggapi dengan enteng dan menyepelakannya.Untunglah tidak terjadi tindakan anarkis antar warga kedua negara yang saling membela negaranya masing-masing.Disinilah rasa patriotismo kita sebagai bangsa telah diuji.
Malaysia yang merasa di serang Indonesia malah menyerang balik dengan menyibak kejadian-kejadian yang menyudutkan Indonesia di medianya.Laporan-laporan media Malaysia menyebutkan sebagaian besar jumlah tahanan dan pekerja Indonesia tanpa izan sebanyak 25000.Dan memberkan judul di setiap headlinanya “25000 para pekerja Indonesia bawa penyakit tahunan”,”pekerja asing biadab”,Orang Indon menganas”.Akibatnya pemberitaan itu menciptakan opini negatif rakyat Malaysia terhadap rakyat Indonesia.(Kompas,9 November 2007).



B. PEMBERITAAN DAN PERSETERUAN DI DUNIA MAYA
Kedua Negara sebenarnya telah mengutus delegasinya untuk menyelsaikan masalah.Apalgi Presiden Indonesia langsung TurĂ­n tangan menyelesaikan masalah ini,karena menyangkut wibawa dan martabat bangsa yang diinjak-injak oleh bangsa asing.perang adu statement lewat media massa terus berkembang.Penciptaan blog-blog dengan menyudutkan kedua belah pihak tak dapat terabaikan.Tujuan blog ini seolah –olah berlomba-lomba untuk mengekspresikan kebencian dan kemarahan yang hanya bisa dituangkan dengan kata dan tulisan. Tidak lepas dari kasus penjiplakan dan kekayaan budaya Indonesia atas Malaysia , kini berbagai polemik dunia maya kembali bermunculan. Lihat saja berbagai situs Malaysia ada yang di hack dan sebagainya oleh bangsa Indonesia

Bloger-bloger Indonesia bermunculan menciptakan situs yang menghina Malaysia dan menyudutkan Malaysia sebagai negeri yang membajak kebudayaan lain.Tercetuslah Malingsia dimana ini merupakan ungkapan celan yang diplesetkan dari nama Malysia sebagai maling.Maling itu juga ada di Asia seperti itu maksud dari penciptaan blog ini.Dalam situs blog ini berisi ejekan-ejekan,caci-makian,protes yang dilayangkan rakyat Indonesia dengan berbagai gaya tulisan dan bahasa ejekan.Disini juga dimuat produk-produk budaya Indonesia seperti Reog,Batik,Angklung,Lagu Rasa sayange dll yang telah di klaim Malaysia sebagai hasil kebudayaannya.Saling lempar-lemparan statement dari masing-masing kubu ada di blog ini

. Namun, tidak kalah juga berbagai media lainnya (eq. Blogger) juga bermunculan dengan istilah “INDON” yang mulai mencemari dan memaki-maki serta penimpaan kata-kata maut (penghinaan), Entah itu orang Malaysia yang membuat atau memang orang Indonesia sendiri.Dan situs blog ini adalah berasi tentang pemberitaan-pemberitaan yang negatif dan menyudutkan Indonesia.Sebenarnya kata Indon merupakan akronim untuk menyebutkan Indonesia secara singkat.Tapi Semarang kata Indon di sebut berulang-ulang dan asosiasinya menjadi orang Indonesia yang melakukan hal-hal negatif dan melawan hukum. Dan kata yang mudah diingat dalam blog ini adalah I Cat INDONE sebagai balasan untuk Malingsia.
Dampak dari segi pemberitaan dari media massa,blog-blog yang tercipta ,berbagai gejolak pun terjadi di berbagai daerah.Dampak sosiologis dan sosial berkembang dan menciptakan demontrasi diberbagai derah.Dan spontanitas pembakaran bendera Malaysia,boikot produk Malaysia serta putus hubungna dengan Malaysia.Seperti kembali pada zaman Soekarno dimana dahulu pernah menyerukan untuk ”Ganyang Malaysia”.Dimana ungkapan ganyang mempunyai arti dalam bahasa jawa yakni memakan Malaysia agar tidak macam-macam lagi .
Caci maki juga tak dapat dihindarkan dari kalangan mentri sampai rakyat biasa menyerukan Bahwa malaysia harus di beri pelajaran agar tidaj menginjak-nginjak harkat martabat suatu bangsa.Hujatan-hujatan pun juga dilayangkan .Presiden pun benci apalagi rakyatnya.Duta Besar pun dipanggil untuk menyelesaikan masalah ini apalagi isu ini berhembus untuk putus hubungan diplomatik.Pastinya akan merugikan kedua negara.Pemerintahan Malaysia dinilai tidak mempunyai itikad baik untuk duduk bersama membahasnya agar rakyat di kedua negara menghilangkan persepsinya yang negatif dari masing-masing negara.Kata minta maafpun tak keluar dari pemerintah Malaysia yang sudah terang-terangan bahwa yang telah dijiplak memang milik bangsa Indonesia.




C. PERAN MEDIA SEBAGAI PENENGAH DALAM KASUS INDONESIA-MALAYSIA TERHADAP PENGKLAIMAN HASIL BUDAYA.
Sulit dibayangkan manusia hidup tanpa media.Apalagi di jaman yang super modern ini.Media massa mempunyai arti yang bermacam-macam bagi masyarkat,dan memiliki banyak fungsi,tergantung pada sistem politik dan ekonomi individu tersebut.Harold Laswell dan Charles Wright merupaka sebagian pasar yang benar-benar serius mempertimbangkan fungsi dan peran media massa.Laswell(1948/1960),”pakar komunikasi dan profesor hukum mencatat ada 3 jenis fungsi media massa :pengamat lingkungan,kolerasi dalam bagian-bagian masyarakat untuk merespon lingkungan ,dan penyampaian warisan dari satu generasi ke generasi selanjutnya”,dan dia menambhkan fungsi keempatnya adalah Hiburan,Wright(1959,halm.16).
Pemberitaan antara Malaysia dan Indonesia tentang pengklaiman kebudayaan juga membawa media sebagai agen pemberi iformasi kepada masyarakat apakah pemberitannya seimbang atau tidak.Fungsi media yang pertama adalah:
1. Pengawasan /Surveillance
Fungsi ini merupakan fungsi dimana media memberikan informasi dan menyediakan berita.Dalam membentuk berita fungsi ini mengingatkan kita akan terjadinya bahaya dalam berita.Fungsi ini juga bisa menyebabkan disfungsi kepanikan ini terjadi kerena ada penekanan yang berlebihan terhadap bahaya atau ancaman terhadap masyarakat.Lazarfeld dan Merton ”mencatat difungsi yang memabukkan ketika individu atau masyarakat jatuh dalam kelesuan dan kepasifan sebagai akibat dari banyaknya informasi yang diterima”.Dari pemberitaan seperti ini antara masyarakat pastilah bingung karena banyaknya pengekploitasan berita yang besar-besaran dimana media menyajikan berita yang belum tentu akurat diberitakan .Sehingga menimbulkan persepsi-persepsi sepihak dan terjadi sekuritas media yang tak seimbang.
2. Korelasi (Correlation)
Korelasi atau fungsi ini adalah seleksi dan intepretasi informasitentsng lingkungan.Media sering kali memasukkan kritik dan bagaimana cara seseorang harus bereaksi terhadap kejadian tertentu.Fungsi ini bertujuan menjalankan norma sosial dan menjaga konsensus dengan mengekspos penyimpangan,memberikan status dengan cara menyoroti individu terpilih maupun pemerintah.Fungsi ini juga dapat mengakibatkan disfungsi bilamana media terus menerus melenggengkan stereotype dan menumbuhkan kesamaan,menghalangi perubahan sosialdan inovasi,mengurangi kritik dan melindungi serta memperluas kekeuasaan yang mungkin perlu diawasi.Dalam pemberitaan media terhadap kasus pengklaiman budaya media Indonesia dinilai sangat tidak proporsional tanpa menayangkan media Malaysis sebagai penyeimbang.Hal ini mengakibatkan meningkatkatnya sentimen kebudayaan Indonesia.Dengan di cekoki berita setiap harinya tentang kebudayaan ini maka akan timbul menset rakyat Indonesia yang menganggap Malaysia itu jahat dan sebagai pencuri,tidak tau berterimakasih dsb.Oleh karenanya media sangat penting untuk menjembatani pemberitaan yang seharusnya di tayangkan secara proporsional agar masyarakat dapat informasi yang seimbang dan akurat.

3. Penyampaian warisan sosial
Media menyampaiakn,informasi,nilai dan norma dari satu generasi ke generasi selanjutnya.Media juga dapat berperan mengurangi persaan tersing (anomi)pada individu atau perasaan tak menentu melalui wadah masyarakat .Media juga dikatakan menyebabkan berkurangnya keanekaragaman budaya dan membantu meningkatkan masyarakat massa.Sehinnga pemberitaanya hanya berdasarkan pemikiran jaman sekarang.Terlebih terjadi krisis kebudayaan dalam segi berita.Akan tetapi bila kebudayaan kita sedang diakui negara lain ibarat macan keleuar dari sarangnya berbondong-bondong membuat berita tentang kebudayaan secara besar-besaran .Dan selalu memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan kebudayaan agar tidak dicuri oleh bagsa lain.


D. MEDIASI? NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM MEDIA MASSA

Nilai dan Ideologi penopang Masyarakat.
Harold Laswell menunjukkan bahwa di setiap masyarakat ,nilai-nilai yang dibentuk dan disebarkan membentuk ideologi dan menopangjaringan secara keseluruhan(1960,halm 123).”Suatu elemen penguasa khususnya menjadi cepat tanggap pada elemen yang lian dan mengandalkan komunikasi sebagai cara untuk mempertahankan kekuasaan (Laswell,1960.halm:124).
Segmen yang di anut media kita dalam hal memberitakan tentang pengklaiman budaya dan kasus lainnya dengan Malaysia adalah berjuang untuk mendapatkan atau menggaet banyak pemirsa dari kalangan yang lebih tinggi sampai kalangan tingkat rendah.Karena semakin banyak memberitakan berita berskala nasional saja tanpa melihat media tetangga maka media punya bentuk identifikasi dan aspirasi sebagai penyebab biasnya pandangan mereka atas baerita yang diliput.Lazarsfeld dan Merton mengatakan bahwa ”Publisitas menutup jarak antara perilski pribadi dan moral publik(1948,halm.103).Dengan mencegah penolakan berkelanjutan terhadap suatu masalah,publikasi lebih memberikan tekanan pada satu moralitas daripada dua moralitas.Media massa menegaskan kembali norma sosial dengan cara mengekspos penyimpangan mereka tersebut secara terang-terangan.
Proses komunikasi antara media yang menyebarkannya diantaranya menggunakan model komunikasa banyak tahap.Dimana semua media menyajikan berita secara serempak untuk semua kalangan karena menyangkut identitas budaya suatu bangsa.Dan masyarakat melampaui banyak tahpa untuk mendapatkan pesan-pesan yang di sampaikan media yakni melalui multi step flow .Dan proses yang dilewati audience adalah,Tujuan sumber informasi,Banyaknya mass media yang menyebarluaskan informasi,isi pesan yang disampaikan ,akankah berkenan bagi audience atau melibatkan masyarakat sebagai objek berita dan penyampainnya menarik bagi masyarakat atau tidak.
.Sebagai pranata sosial media massa berfungsi melakukan pengendalian sosial (social control) di tengah kehidupan masyarakat. Efektif atau tidaknya social control yang dilakukan oleh media massa, akan tergantung pada integritas media massa itu sendiri serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media massa yang bersangkutanMedia massa sendiri menjadi objek pengendalian sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Untuk keperluan itu bahkan diadakan sejumlah pranata lain seperti. Jadi pengawasan sosial yang berlangsung sifatnya dalah timbal balik antara media massa dengan menyasarakat itu sendiri.Maka dari itu media Indonesia seharusnya mengupayakan pengendalian kontrol sosial terhadap masyarakat agar tidak terjadi tindakan-tindakan konfrontas terhadap Malysia.
Keberpihakan media Indonesia saat itu telah menciptakan budaya etnosentrisme yang tinggi sehingga benar-benar merendahkan Malysia.Dalam keadaan yang meresahkan itulah media harusnya menjadi penopang dan pengendali agar sesama warga serumpun tidak perang argumen melalui media.Bagi media itu berita yang menarik dan menguntungkan Akan tetapi dampak psikologis dan sosial kita sebangai masyrakat malah menjauh dari warga tetangga yang dianggap sebagai saudara yang hampir sama kebudayaanya.
Implikasi yang ditimbulkan media terhadap opini publik menyikapi masalah pengklaiman hasil budaya Indonesia .Media menyebabkan masyarakat untuk tetap fokus padanya karena masyarakat secara bersamaan tidak mau ketinggalan terhadap informasi yang diberikan.Mediapun dapat menumbuhkan aspirasi masyarakat .Dimana mereka ikut serta menanggapi berbagai informasi yang telah disampaikan..
Mediapun mampu menciptakan susana yang membangun saat rakyat sedang menghadapi kegalauan maslah ekonomipun dengan berita beralih maka semua masyarakat melupakan kejadian kemarin dan membangun maslah sekarang dengan kekautan untuk maju bersama membela pengklaiman Malaysia tersebut.Dari segi pemberitaanya tersebut media juga menggiring masyrakat untuk mengembangkan diaolog tentang hal-hal yang berhubungan maslah politik.Ibarat luka yang telah tertutup dengan Malaysia mau tidak mau harus dibuka kembali untuk mengingat kejadian yang telah dilakukan Malaysia terhadap Indonesia.
Ideologi masyarakat semakin berkembang dari masyarakat yang lemah menjadi kuat dissat nama negaranya dipertaruhkan untuk merebut kembali atas kebudayaan kita yang telah di ambil Malaysia.Dalam situasi konflik dengan Malaysi masyarakat menjadi kuat tidak takut dengan Malaysia.Masyarakatpun menuntut agar kasus ini diselesaikan di dunia Internasional sebagai badan yang menagani maslah kebudayaan dan menuntut semua produk dan hasil kebudayaan di patenkan agar jelas pemiliknya .Dan negara lainpun tidak akan mengklaimkannya.


PENUTUP
Media di dunia adalah bentuk perwakilan masyarakat unutk memperoleh informasi.Dalam segi pemberitaanya mediapun dilarang berpihak dan menyajikan informasi yang tidak berimbang dengan keadaan lapangan yang sebenarnya.Maslah Indonesia dan Malaysia sudah dari dulu berseteru.Tapi masyarakatnya mencoba untuk selalu berhubungan harmonis baik dari segi kesamaan budaya dan bidang kehidupan yang lainnya.
Media juga harus memiirkan tidak keuntungan semata ,tapi harus menjadi sebuah tim yang dapat memulihkan hubungan kedua negara menjadi baik terlepas kedua negara yang berseteru.Pemberitaanpun harus seimbang d.Agar permaslahan diantara keduanya dapat diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.Tapi tidak semudah penyelesaian berdasarkan media saja ,maslah tekhnispun harus dapat diselesaiakn kedua negara agar penyelesaian dalam bidang politik dapat teratasi dan media berperan sebagai mediator.
Efektifitas keberadaan media juga harus dilakukan yakni selalu memberitakan kebudayaan –kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa sebagai identitas suatu negara atau bangsa.Tidak hanya reog,batik,angklung,lagu rasasayange yang harus diekspos akan tetapi kebudayaan lainnya juga karena unutk menginformasikan kebudayaan kita menjadi kebudayaan dunia.Dan media juga harus selalu menyangkan khasanah budaya bangsa yang tidak harus menciptakan etnosentrisme di klangan masyarakat terhadap kebudayaan lain.
Pemerintah senantiasa tegas untuk memtenkan semua hasik kebudayaan Indonesia.Tidak hanya itu dengan bantuan media pemerintah terus meningkatkan moto Indonesian visit year dan memasukkan budaya Indonesia sebagai bagian dari slogan tersebut agar dapat dikenal dunia luar dan tidaka ada lagi pengkaliman budaya kita oleh budaya luar.

DAFTAR PUSTAKA
1. Depari ,Drs.Eduard.Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan.2006.Gajagmada University Press:Yogyakarta.
2. Severin,J.Werner.Tankard ,W.James .Teori Komunikasi Sejarah Metode Terapan di dalam media massa.2005.Kencana Prenada Media Group.Jakarta.
3. Liliweri ,Alo.Dasar-Dasar Komunikasa Antarbudaya.2007.Pustaka Pelajar:Yogyakarta.
4. www.kompas.com










DAFTAR PUSTAKA
1. Depari ,Drs.Eduard.Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan.2006.Gajagmada University Press:Yogyakarta.
2. Severin,J.Werner.Tankard ,W.James .Teori Komunikasi Sejarah Metode Terapan di dalam media massa.2005.Kencana Prenada Media Group.Jakarta.
3. Liliweri ,Alo.Dasar-Dasar Komunikasa Antarbudaya.2007.Pustaka Pelajar:Yogyakarta.
4. www.kompas.com

MANAJEMEN PUBLIC RELATION PR HAPPY PUPPY DALAM PROGRAM SPONSORSHIP




MANAJEMEN PUBLIC RELATION

PR HAPPY PUPPY DALAM PROGRAM SPONSORSHIP

Nama:Erny Mardhani

Nim:07331012



Kebanyakan perusahaan atau organisasi menggunakan atau mengakui peranan public relation dalam pengambilan keputusan manajemen.Acapkali manajer PR selalu melaporkan atau berhubungan langsung dengan top manajemen.Pada dasarnya setiap organisasi maupun perusahaan menganggap atau menganut falsafah dasar share holder oriented akan menganggap kehadiran fungsi PR dalam menejemen sebagai hal yang mutlak..PR secara mendasar menjadi tanggung jawab dari top manajemen (pimpinan puncak).Fungsi PR dapat diharapkan sebagai mata,telinga dan tangan kanan pimpinan puncak perusahaan.
Renald Khasali dalam bukunya Manajemen Publik Relation mengatakan bahwa manajemen dan PR adalah dua bidang ilmu yang berkembang secara terpisah.Akan tetapi pada akhir abad 20an manajemen akhirnya berhasil meningkatkan perananya pada hampir setiap bidang kehidupan.Manajemen telah menyatu dengan PR artinya manajemen telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi penerapan konsepsi PR dalam kehidupan manusia.
PR pun jugamempunyai rencana-rencana strategi baik jangka pendek maupun jangka panjang.Manajemen sama artinya dengan strategi yang akan mengambil tindakan dalam kurun waktu ke depan.Jangka panjang strtegi dapat dilakukan melalui langkah-langkah diantaranya:
-Menyampaiakan fakta dan opini yakni dengan mengumpulkan fakta dan data secara akurat.
-Melakukan analisis SWOT
Dalam bentuknya yang paling maju PR adalah proses perubahan dan pemecahan masalah di organisasi yang dilakukan secara alamiah ,Praktisi PR jenis ini menggunakan teori dan bukti terbaik untuk memecahkan maslah ataupun persoalan.Beberapa langkah yang dilakukan diantaranya adalah mendefinisikan problem atau peluang.Fungsi ini menyediakan dasar untuk semua langkah dalam proses pemecahan masalah.langkah kedua yang dilakukan adalah perencanaan atau pemograman.Informasi yang telah dikumpulkan untuk membuat keputusan bersama tentang program publik,strategi tujuan ,tindakan dan komunikasi taktik dan sasaran.Langkah ketiga ditempuh dengan menentukan mengambil tindakan dan berkomunikasi yakni mengimplementasikan program aksi dan komunikasi yang di desain untuk mencapai tujuan yang spesifikdari masing-masing publik untuk mencapai tujuan program.Langkah terakhir adalah mengevaluasi program yakni dengan melakukan persiapan,implementasi,hasil daari program.

PROFIL LEMBAGA

HAPPY PUPPY (LABA)
Sila Calista Jl Arteri Utara No.33, Yogyakarta - Indonesia

Happy Puppy adalah Karaoke Keluarga yang pertama didirikan di Indonesia pada tahun 1992. Untuk itu Happy Puppy dan Pendirinya, Santoso Setyadji, mendapat Sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pelopor Karaoke Keluarga di Indonesia. Merek usaha Happy Puppy sangat dikenal konsumen Indonesia dalam usaha Karaoke keluarga.
Pengalaman membangun dan mengoperasikan Karaoke Keluarga sejak tahun 1992 merupakan hal yang penting ketika anda memutuskan untuk berinvestasi di bidang Karaoke Keluarga. Pengalaman ini akan membuat investasi anda tidak dilakukan dengan cara trial and error mulai dari saat membangun outlet sampai dengan pengoperasiannya. Singkatnya investasi dapat dilakukan secara efisien dan efektif

Demikian pula, menjalankan sebuah usaha secara sendiri dan cara waralaba adalah 2 hal yang sangat berbeda. Happy Puppy Karaoke Keluarga telah berpengalaman dalam menjalankan usaha Karaoke Keluarga dengan sistim waralaba (franchise) sejak tahun 2000. Saat ini, sudah 20 outlet dioperasikan dengan cara waralaba.

Happy Puppy merupakan lembaga laba yang bergerak dalam bidang waralaba(hampI setiap daerah ada cabangnya) contohnya Jakarta,Surabaya,yogyakarta,solo,Bali,balikapapan dan sebagainya.Usaha ini menawarkan kepada pelanggannya atau konsumennya yakni tempat karaokean.Dimana setiap happy puppy di masing-masing daerah mempunya target audien atau konsumen yang berbeda-beda.Di Yogyakarta misalnya target utama dari pengelolaan happy puppy adalah kelurga,Akan tetapi dengan banyaknya pelajar atu mahasiswa yang mendatangi happy puppy maka target keluarga yang dicanangkan huppy puppy dapat dikatakan belum optimal.Prosentase konsumen happy puppy adalah kaalangan anak muda yang mengunjunginya sebagai tempat untuk nongkrong yang mengasikkan dengan karaokean bersama-sama.Sedangkan untuk target kelurga hanya pada saat-saat tertentu dimana biasanya ssat liburan tiba.
Masing Masing pengoperasionalan Happy Puppy setiap daerah tidaklah sama.Pemiliknya setiap daerahpun tidak sama hanya menggunakan nama yang telah dipatenkan s.Pemilik atau owner dari berbagai kota dapat mengatur ruangan serta settinan tempat sesuai dengan pemikiran yang telah disepakati bersama-sama.Misalnya perbedaan-perbedaan yang kentara adalah standarisasi room atau standart ruangan yang berbeda baik jumlah ruangan ,tatanan ruangan ,serta perlengkapan-perlengkapan yang menunjang dalam standarisasi ruangan tersebut.Standarisasi yang berbeda adalah standart sound dimana standart ini menggunakan berbagai macam dan jenis soond system dan kebebasa kebebasan yang lainnya.Program komputerisasi tiap masing-masing happy puppy menggunakan standart yang di buat oleh pemilik ataupun owner di tiap daerah dengan persetujuan dari owner pusat.
Pada masing-masing daerah jabatan PR tidak semuanya mempunyai.Biasanya bagian marketing merangkap pula menjadi public relation yakni merangkap sebagai corong perusahaan.Pekerjaan yang dilakukan adalah bagian pemasaran,event(baik membuat EO ataupun sebagai sponsor pendukung),serta mengikuti berbagai acara kegaitan yang berhubungan dengan perusahaan.PR juga melakukan media promosi untuk mengembangkan atau memperkenalkan HAppy Puppy dikalangan masyarakat secara umum.PR juga merangkap menangani masalah laporan keuangan yang tiap 6 bulan sekali dilaporkan kepada pimpinan pusat atau manajer puncak.Jadi dalam hal ini PR merangkap sebagai marketing,accounting dan kegitan –kegiatan yang berhubungan dengan PR.

ANALISIS SWOT
Melakukan analisis SWOT sangat diperlukan,walaupun tidak perlu menganalisis hal-hal yang berada diluar jangkauan ,seorang praktisi PR perlu melakukan analisis yang berbobot mengenai persepsi dari luar dan dalam perusahaan.Setiap lembaga yang bergerak di bidang laba pastilah mempunyai keunggulan,kelemahan,peluang,ancaman dari para pesaing-pesaingnya.Apalagi Happy Puppy merupakan salah satu tempat karaokean yang banyak menjamur di jogja sehingga perlu dianalisis untuk mengetauhi seberapa besar hasil yang dapat di capai .

STRENGHT
Merupakan kekuatan ataupun keunggulan dari lembaga ini.Happy puppy merupakan tempat karaokean kelurga yang banyak diminati masyarakat jogja baik muda maupun tua.Tempatnya bagus dibandingkan tempat karaokean lain,mengutamakan pelayanan atau servise untuk memuaskan pelanggan,Banyak program-programnya yang dijalankan untuk memuaskan konsumen yakni pelayanan semua hal makan,minum dan pelayanan ruangan.Waralaba yang sudah mempunyai nama,terjaga kredibilitasnya,mempunyai image yang baik di klangan pelanggan.,Standarisasi yang bagus yakni ruangan dan tipenya.
WEAKNESS
Target pelanggan yakni keluarga belum optimal,Kekurangan dalam bidang komplain karena personilnya terbatas,terkadang kurang tanggap dengan komplain pelanggan
OPPORTUNITY
Peluang-peluang yang kemungkinan ada dalam Happy Puppy adalah dengan sistem yang berstruktur dan terkoordinasi dengan baik maka akan mempermudah mengembangkan usaha,banyak diminati masyarakat.Dengan tempatnya yang lumayan strategis dapat dengan mudah diakses pelanggan dari manapun.menjadi tempat karaokean yang punya nama besar,disiplin waktu dan menjadi no 1 di Yogyakarta karana kecekatannya dalam menangani pelanggan,Budaya karaoke sedang in di kalangan anak muda,
THREATH
Banyak ancaman-ancaman dari luar yakni banyak tempat usaha yang relatif sama,dengan konsep sama dan saingan harga .Anggapan bahwa karaokean bukan budaya islam.Karaoke dipandang negatif oleh sebagian orang karena berhubungan dengan kegiatan prostitusi yang memanfaatkan wanita susila sebagai teman menyanyi(budaya korea dan jepang),
DESKRIPSI KEGIATAN PUBLIC RELATION
HASIL WAWANCARA DENGAN PR HAPPY PUPPY :BRIGITA SH.
Program-Program PR Happy puppy adalah
• Happy Hour 50% tiap hari
• Sponsporship
• Media promosi
• Program Member
• Poin Rewards
• Penanganan komplain

Dalam melakukan kegiatan public relation biasanya PR happy Puppy selalu melakukan analisa yang menekankan adanya struktur 5w dan 1H dimana keenam struktur ini mewakili kegiatan perencaan sampai hasil yang di dapat dari program yang dilakukan Public Relation.Pada kegiatan yang dilakukan yakni kegiatan PR sponsorship
Happy Puppy selalu ingin mengembangkan dan memperkenalkan namanya melalui kegiatan-kegiatan yang menguntungkan bagi perusahaan mereka.Hal yang dilakukan yakni menjadi sponshorship dalam berbagai kegiatan Beberapa langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menentukan jenis event apa yang telah dibuat.Disini beberapa program yang dilakukan PR happy Puppy adalah menjadi sponsor pendukung dalam acara di stasiun TV yaitu ON TV(TVRI).Disini peranan happy puppy yakni memberikan kontribusinya yakni menyajikan hadiah dari pemirsa yang memenagkan lomba karaoke dalam acara tersebut.Sumbangan hadiah yang diberikan happy puppy bukan merupakan hadiah uang melainkan hadiah berupa voucher.Disini voucher yang diberikan sebagai hadiah dapat dinikmati pemenang dengan karaoke gratis di happy puppy sesuai dengan waktu dalam hadiah tersebut.Event lainnya yang hamper sama yakni program PR happy Puppy yang menjadi sponsor pendukung acara program di Jogja TV yakni LIVE MUSIC.Jadi dalam hal ini terlihat jelas bahwa program yang dijalankan untuk memperkenalkan happy puppy pada masyarakat luas .Dan acara ini sudah taken kontrak sesuai yang telah ditentukan.Target dari acara ini sendiri adalah pemirsa Yogya pada umumnya karena tinggal di wilayah Yogya sehingga dapat dengan mudah memanfaatkan hadiah tersebut dipakai secara langsung.Acara ini mewajibkan pesertanya untuk dapat bisa bernyanyi atau karaoke secara benar pada saat acara tv berlangsung.Bagi siapa memenuhi criteria yang bagus maka pastilah peserta tersebut dapat membawa voucher yang telah disediakan happy puppy.
2. Publication dan publicity ,langkah ini dilakukan happy puppy untuk memperkenalkan perusahaannya kepada public yakni memasang baliho di tempat-tempat yang strategis contohnya di dekat air mancur adipura Yogyakarta sesuai dengan waktu dan kontrak dengan dinas prasarana setempat.Serta tidak lupa pula PR happy Puppy membuat tulisan yang berupa iklan-iklan dalam media massa atau tulisan-tulisan sebagai pendukung dalam sebuah event.
3. Community involvement ,Public Relation Happy Puppy selalu membuat program baik event sendiri maupun sponsor event EO lain(sponsor pendukung).Event-event yang dilakukan biasanya melibatkan Play Group atau anak-anak tk yang menjadi targetnya.Contohnya dalan kegiatan memperingati hari ibu ,hari kartini dan sebagainya.Happy Puppy selalu melibatkan target sasaran konsumennya.Selain itu juga menangani Program member (yakni termasuk kategori PR ke dalam).Dimana happy Puppy menerapkan kartu anggota bagi pelanggan setia happy puppy.Member ini diberi keuntungan dengan istilah point rewards .Dimana pada saat yang telah ditentukan member setianya akan mendapat undian atas poin-poin yang telah banyak terkumpulkan dengan rajinnya untuk berkaraokean disana.
4. Social Investment,happy puppy membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial.Sebagai contoh PR happy puppy bersama asosiasi PR se Sleman yang mengatasnamakan dengan KAPUREL mengadakan bakti sosial dengan membagi-bagikan bantuan baik materiil maupun lainnya kepada panti asuhan dekat prambanan.Dan acara ini rutin tidak hany menjelang puasa akan tetapi dilakukan secara periodic.


TAHAPAN TAHAPAN PR STANDART YANG DILAKUKAN PR HAPPY PUPPY UNTUK MENCAPAI PROGRAM YANG DIHARAPKAN
BIDANG SPONSHORSHIP BERBAGAI EVENT

1. FACT FINDING ATAU RESEARCH
Mencari dan mengumpulkan fakta atau data sebelum melakukan tindakan.Dalam hal ini dalam program public Relationnya Happy puppy telah menentukan sasaran target audiencenya .Yakni target sasarannya adalah keluarga(anak kecil dan mengetauhi target yang ditentukan.Sehingga dalam memilih event baik membuat event sendiri maupun event sponsorship jelas siapa yang menjadi targetnya.Dan tugas PR juga harus mengetauhi latar belakang kehidupan target seperti apa sehingga sasarannya jelas.
2. PLANNING ATAU PERENCANAAN
Dalam proses inididasarkan fakta dalam membuat rencana dan bagaimana jika di tengah jalan menghadapi suatu hal dan apa yang harus dilakukan.Perencanaan yang dilakukan PR Happy Puppy menganalisa target publiknya,alternatf kegiatan.rencana kegiatan sampai tujuan kegiatan secara objektif.Dan PR Happy Ppuppy melakukan hal-hal dalam kegiatan sponsorshipnya yakni membuat daftar list rencana dan memutuskan event-event apa yang sesuai dengan happy puppy.Memilih secara tepat dari event-event yang punya tujuan dan bermanfaat yang dapat membawa image happy puppy.Setelah menetukan event selanjutnya menentukan strategi untuk memperkenalkan programnya yakni dengan selalu mengirim sms member untu ikut berpartisipasi dalam setiap event yang diselenggarakan happy puppy.Serta membuat altrnatif lainnya yakni dengan membuat event sendiri dengan bantuan media untuk mempublikasikannya. Acara dapat berupa kecil-kecilan.Jadi dalam hal ini rencana yang dilakukan jelas bagaimana jika menghadapi public target maupun klien dari happy puppy sendiri.Jadi darisinilah dapat diukur keputusan-keputusan terhadap rencana yang telah disiapkan dalam hal sponsorship.Happy puppy memberikan kontribusi sponsor berupa pemberian cash money dan berupa souvenir yang berupa voucher gratis karaoke,makan dan minum,mug ,dan sebagainya.


3. ACTION AND COMMUNICATION
Dalam kegiatan PR nay happy Puppy selalu mengupayakan kepuasan untuk pelanggan.Dalam hal ini Mereka senatiasa akan memberikan pelayanan-pelayanan yang tidak diberikan tempat karaokean lainnya.Dalam hal sponsorship mereka juga beraksi dengan membagi-bagikan serta ikut serta dalam berbagai event.Baik mereka mempublikasikan melalui media iklan Koran atau media cetaka taupun radio.Komunikasi yang dilakukan diharapkan dapat menimbulkan feed back yakni timbale balik ,dimana happy puppy mendapat keutungan image yang baik di masyarakat.Dalam kegiatan PR alinnya Happy Puppy selalu menempatkan komplain dari pelanggan sebagai suatu cambukan untuk terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik.Contohnya komplain masalah pelayanan waiting list,pelayanan terhambatnya makan dan minum yang kurang memuaskan pelanggan,memberikan perhatian lebih kepada konsumen serta program-proram lainnya baik itu komplain secara sengaja maupun tidak disengaja.Hal pertama yang ditmpuh adalah dengan respon yang terbuka dan sikap cepat tanggaplah yang dilakukan untuk meredam komplain.Pada tahap ini PR langsung turun tangan untuk menagani secara langsung.Kebijakan-kebijakan yang dibuatnya juga harus jelas dan terarah.Dengan program pada karyawan untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan selalu bersikap ramah pada pelanggan.Dalam kegiatan aksi ini PR Happy Puppy juga melakukan kampanye sosial melaliu event-event yang dibuatnya,event patungan serta kegiatan-kegiatan sosial yang telah dilakukan.Selain itu juga dalam mengadakan kegiatan Happy puppy selalu menggunakan media untuk publikasi baik vaudio maupun visual serta pemberitaan di media baik pembuatan press release maupun kegiatannya yang diliput media.
4. EVALUASI
Publik Relation Happy Puppy sangat menekankan tindakan evaluasi untu menilai pekerjaan yang dilakukan.Dengan begiti dapat mengetauhi kekurangan atau kelebihan program pr yang telah dilaksanakn.Dalam tahapan ini evaluasi berarti penentuan atau penilaian apakah tujuan dari program yang telah dijalankan sudah tercapai atau belum.Evaluasi itu sendiri dapat dilakukan secara kontinyu dan berkala.Dalam proses Evaluasi ini PR happy Puppy selalu mengadakan evaluasi selama 6 bulan sekali.Dimana dalam proses ini menilai tentang program-programnya yang berupa event apakah sudah terlaksana apa belum dan berupaya untuk meningkatkan program eventnya dan membuat lebih baik lagi dari sebelumnya.Tahapan-tahapan evaluasi yang dilakukan happy puppy diantaranya adalah juga membuat list kegiatan untuk jangka panjang 6 bulan kedepan.Dimana program yang akan direncanakan ini dapat dijalankan secara lancar dan dapat meminimalisir kekurangan yang terjadi.Evaluas ini dilakukan dengan menajemen puncak atau atsasnanya masing-masing.PR bertanggungjawab memberikan laporan kegiatan kepada pimpinan yakni laporan kegiatan event-event yang berlangsung sebelumnya.PR happy Puppy juga sering mengadakan sharing informasi dengan PR-PR dari latar belakang yang berbeda untuk menambag kegiatan-atau program yang akan direncanakan sehingga banyak memunculkan ide-ide baru nantinya.Sharing informasi ini merupakan upaya yang posit untuk mengetauhi kelebihan maupun kekurangan program yang telah dibuat sebelumnya.Evaluasi juga mempunyai tujuan pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk mengekang program-program yang tidak perlu dilakukan seumpamanya.


OUTPUT DAN OUTCOME
Dalam melaksanakan kegiatan Public Relation pastilah sebuah lembaga dapat mengambil manfaat atas program-program yang telah di rencanakan masing-masing PR nya.Dalam hal ini manfaat yang didapatkan usaha karaoke Happy Puppy yakni banyak di kenal dilingkungan masyarakat secara luas .Tidak hanya di wilayah Yogyakarta saja,jika seandainya dari masing-masing daerah juga menerapkan program satndart PR.Hasil yang dicapai PR dalam perolehan hasil kegiatan PR diantarnya :
• Mendapkan image yang baik oleh masyarakat.Tempat karaoke ini merupakan tempat yang baik sebagai acara untuk keluarga berkumpul sekedar bernyanyi bersama.Tidak hanya kalangan keluarga bahkan kalangan pemuda-pemudi yang gemar dengan berkaraoke bersama.Image yang di dapatkan happy puppy juga didorong oleh konsistensinya untuk tudak menerima pelanggan yang membawa minuman keras masuk dalam happy puppy.Dengan adanya konsistensi menambah image yang berkembang tidak semua tempat karaoke dinilai secara negative.
• Keuntungan maksimal
Keuntungan semakin dikenalnya sebagai pusat karaoke yang mengedepankan kepuasan pelanggan ataupun konsumen maka happy puppy juga memperoleh keuntungan dari segu matreiil yakni dengan banyaknya pelanggan yang datang ke happy puppy untuk menikamati happy hour.
• Pelayanan prima
Pelayanan prima yang dimaksud Happy puppy selalu memberikan kontribusi kepada pelanggannya dengan mengedepankan pelayanan yang cepat tanggap.Dimana kepuasan pelanggan adalah merupakan kebanggan happy puppy.Service dalam segala hal yakni pelayanan admistrasi,pelayanan makan dan minum,pelayanan komplain dan lain sebagainya.
Jadi dalam hal ini output merupakan hasil yang didapat langsung dan jangka pendek.
Sedangkan Outcome didapatkan berdasarkan :
-Banyaknya event yang disponsori
-Banyaknya kegiatan PR yang diliput media
-Minat pelanggan atau masyarakat untuk karaoke di happy puppy
-Banyaknya saran yang diterima oleh pelanggan untuk happy puppy
-Banyaknya permintaan untuk menyemponsori berbagai acara

Jadi outcome yang di dapatkan happy puppy adalah dampak ,tidak langsung dan dalam jangka waktunya,,

DAFTAR PUSTAKA
1. Soemirat, Sholeh.2005.Dasar-Dasar Public Relation.Bandung:Remaja Rosdakarya.
2. Kriyantono,Rachmat.2008.PR Writing:Media PR Membangun Citra Korporat.Jakarta:Kencana.
3. Cutlip M,Scott.2006.Effektif Public Relation.Jakarta:Kencana


KORELASI HUBUNGAN ANTARA BUSSINESS AND ENVIRONMENTALISM


Dunia bisnis erat sekali dengan dunia lingkungan .Apalagi Bisnis identik dengan 3 p yaitu people,profit and planet.Dengan kata lain lingkungan merupakan segala sesuatu yang terkait seluruh bidang kehidupan manusia,jadi jika perusahaan ingin eksis dan akseptabel untuk jangka waktu yang panjang maka segala aktivitas perusahaan harus menyertakan tanggung jawabnya kepada lingkungan.
Akhir-akhir ini perusahaan selalu dikaitkan dengan tanggung jawabnya dengan lingkungan.Khususnya perusahaa yang bergerak alam bidang industri dan pertambangan.Karena banyak sekali hal-hal yang ditimbulkan dari dampak-dampak kegiatan industri mereka.
Masalah-masalah yang timbul dengan adanya kegiatan industri perusahaan diantaranya:
• Penipisan ozon
• Global warming atau pemanasan globalJustify Full
• Sampah berbahaya
• Pengrusakan lingkungan laut
• Kualitas dan kuantitas kesegaran air
• Penebangan hutan
• Pengrusakan tanah
• Limbah biologi.
- Pihak-pihak yang terlibat dalam eksistensi dan keseimbangan alam diantaranya Pemerintah,individual,civil group,institusi agama,tempat kesehatan,unions dan organisasi sosial contohnya ISO International Standart Organization yang concer terhadap kepedulian alam yang telah dimanfaatkan sumber daya alamnya oleh perusahaan bisnis.
- Pihak-pihak yang dikatakan mayor group LSM,pemuda,buruh,petani,nelayan,pemerintah,bisnis dan industri,perempuan,ilmuwan ,dan pemuka adat.
- Kegiatan kegiatan bussiness yang berkaitan dengan tantangan lingkungan contohnya adalah pertambangan(mining).Mining merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka upaya untuk pencarian,penambangan(penggalian),pengolahan,pemanfaatan dan penjualan bahan galian(mineral,batubara,panas bumi dan gas).Berbagai perusahaan tambang yang ada di Indonesia banyak sekali melanggar etika yang tidak menerapkan mekanisme kerja terhadap lingkungan sekitar. Dapat dicontohkan pada kasus Buyat oleh PT Newmont Minahasa Raya dimana yang menjadi masalah utamanya adalah pencemaran lingkungan yakni pembuangan limbah di dekat pantai buyat.
KASUS BUYAT:
Pembuangan tailing atau limbah dari pengelolaan di pertambangan emas.yang menjadi ancaman terbesar terhadap masyarakat sekitara yaitu terjadinya pencemaran mercuri dan arsen dikawasan perairan.Proses pengikatan emas menggunakan katalis logam berat akan selalu menghasilkan cemaran yang akhirnya dibuang ke laut.
KASUS PT FREEPORT
Pada kasus ini perusahaan melanggar aturan hukum lingkungan tentang kasus pengelolaan kualitas air dan pengendalian serta pencemaran air,sehingga merugikan ekosistem alam sekitar dan masyarakat sekitar,diluar masalah dengan penduduk sekitar.
-Dalam hal ini industri pertambangan mempunyai konsep pertambangan yang berwawasan lingkungan dan sistem berkelanjutan dimana langkah-langkah itu adalah:
1. Proses awalnay adalah penyelidikan umum(prospecting)
2. Eksplorasi:eksplorsi pendahuluan,eksplorasi rinci
3. Studi kelayakan :tekhnik,ekonomik,analisis (studi amdal)
4. Persiapan produksi(development dan construktor)
5. Penambangan(Pembongkaran,pemuatan,pengangkatan dan penimbunan)
6. Reklamasi dan pengelolaan lingkungan
7. Pengolahan(mineral dressing)
8. Pemurnian(metalurgi ektraksi)
9. Pemasaran
10. CSR
11. Pengakhiran tambang(mine closure)
Dari kegiatan diatas diharapkan dapat dan tetap menjaga lingkungan sekitar.

- Strategi yang lainnya adalah GREEN atau penghijauan yakni keseluruhan proses pembaharuan benda,tempat,gaya hidup konsumen atau brand image dalam mengatasi lingkungan dengan menerapkan ”Keramahtamahan Lingkungan”.Adapun yang dapat dilkaukan perusahaan diantaranya :
1. Pengurangan atau reduksi racun
2. Memanfaatkan benda-benda yang masih dapat dipakai atau digunakan kembali
3. Penggunaan efisinsi energi
4. Tanggung jawab terhadap proses kemasan dan labelling produk sesuai standart keramahtamahan lingkungan sekitar
5. Mengubah isi yang kiranya masih dpat diparbaiki untuk menghemat bahan baku(recycled content)
6. Membuat perencanaan produk yang cerdas dan matang untuk menghasilkan barang yang berkualitas ramah lingungan.
7. Merespun hal-hal tekhnik dalam perusahaan(Manufacturing techniques).
8. Mengurangi bahaya lingkungan personal.
Keramahtamahan lingkungan biasa disebut perusahaan sebagai strategi GREEN HOME”

-Langkah Yang dapat diambil perusahaan Industri maupun bidang pertambangan dan sebagainya harus memperhatikan hal-hal “SUSTAINABLE DEVELOPMENT”:pembangunan keberlanjutan.Pengertianya merupakan usaha atau upaya untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi akan datang untuk memenuhi kebutuhan yang berlandaskan pada pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan pemertaan seadil adilnya.

- Dalam hal tentang tantangan lingkungan dalam perusahaan ,negara atu pemerintah masih lemah terhadap pemberian sanksi pada perusahaan yang tidak bertanggung jawab ini dikarenakan belum terimplementasikannya tata pemerintahan yang baik(good corporate government,lemahnya penegakan hukum (LAW ENFORCEMENT).Ini dapat dicontohkan tidak berdayanya hukum dalam berbagai kasus pencemaran teluk buyat oleh PT.Newmont Minahasa Raya dan perusahaan lainnya.
Tiap perusahaan dapat melakukan kegiatan konservasi,pelestarian lingkungan dengan menerapkan konsep etika lingkungan dalam perusahaan yakni penghargaan yang sangat tinggi terhadap alam,penghormatan terhadap saling keterkaitan setiap komponen dan aspek kehidupan dan pengakuan terhadap lingkungan itu sendiri.

- -Transparansi Perusahaan terhadap masyarakat sekitar,media ,pemerintah,NGO atau LSM terhadap keterbukaan informasi.Bilaman perusahaan itu melakukan kesalahan dalam proses produksinya yang mengakibatkan terhadap lingkungan Contoh-contoh bentuk upaya Penyelamatan Lingkungan

• pengukuran dan pelaporan atas dampak iklim yang ditimbulkan(pengukuran emisi dan efisiensi energi)Efisiensi ini dapat dilakukan oleh pihak konsultan ekternal yang ahli dalam bidangnya sehingga akan memperoleh hasil yang nyata,penghitungan tersebut dapat untuk mengetauhi emisinya brapa?Harus jujur pada media dan pemerintah kemudia dari situ perusahaan diwajibkan untuk membayar atau mengganti setiap ukuran 1 emisi maka mereka harus menanam 1 pohon seperti yang dilakukan PT Riau Pulp.
(Diperlukan komitmen perusahaan untuk menjunjung tinggi tranparansi maksimum atas dampak yang mereka timbulkan,efisiensi,evaluasi dan efisiensi energi).
• Menetralkan dampak atas iklim dengan melakukan CarBon Offset
Revegetasi(Jadi setelah perusahaan menhgetauhi jumlah emisinya,pihak perusahaan harus membayar pajak carbon untuk setiap emisinya.I emisi=12 $ US atau penggantian penanaman pohon.Dan itu bisa dibayarkan ke Pemerintah yang terkait.Contoh Perusahaan yang telah melakukannya adalah Kelompok Bakrie Group.
• Komitmen Perusahaan untuk memiliki rencana keluar dari ketergantungan terhadap energi yang tak dapat diperbaharukan.



Upaya upaya Green Market yang dilakukan perusahaan baik nasional maupun internasional.Ada 3 stakeholder yang dikategorikan sebagai bagian green market.
1. Green consumers:pelanggan aktual(saat ini) dan pelanggan potensial di usaha kecil atau eceran.Biasanya negara industri lebih memilih tentang kualitas produk,pelayanan,dan usaha yang dianggap ramah lingkungan dibandingkan bersaing dengan produk yang kompetitif,pelayanananya dan perusahaanya..Dari pihak marketing dapat melakukan analisis dan mengidentifikasi green consumerism nya.Jadi marketing mengidentifikasi pelanggan melalui risetnya menjadi beberapa segmen .Pelanggan mengetauhi produk yang baik,tren yang bagus sehingga lebih memilih produk yang mempunyai kualitas ramah lngkungan .contohnya perusahaan Blue Angel dari jerman dan Green seal dari Amerika serikat .Realitas bisnis ini muncul ketika green consumerism menjadi penting di tinkat tren ekonomi dan sosial.
2. Green Employee
Pekerja mempunyai memainkan peran yang sangat besar dalam mempromosikan tentang lingkungannya saat bekerja.para pekerja umumnya concern terhadap lingkungan seperti perlatan,gudang,keamanan dan keselamatan kerja,pekerja dibanyak negara biasanya mempunyai manajemen keselamatan berupa konsen terhadap pencegahan polusi ,pemakain kembali-recycling),pemeriksaan energi dan lingkungan,proyek komunitas lingkungan,

Peran PR dalam mengkomunikasikan CSR
Kegiatan Csr banyak dilakukan perusahan-perusahaan besar.Kegiatan CSr dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban social kepada perusahaan terhadap masyarakat sekitar tempat perusahaan bernaung.Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang melakukan kegiatan Csr untuk menarik perhatian stakeholder secara luas.Disisni peran PR dalam aktivitas csr masih dianggap miring .Saat PR terlibat dalam proses kegiatan Csr maka label udang dibalik batupun ditempelkan padanya.Pada bagian inilah label PR dan dilemma dimulai.Kemudian timbul perspektif yakni csr bukanlah bagian dari aktivitas csr dan yang kedua adalah PR berperan dalam kegiatan csr,baik komunikator maupun eksekutor.
Menurut Riset sebenarnya PR dan CSR menyebutkan bahwa peran PR dalam aktivitas Csr akan berkembang menjadi lebih kompleks seiring dengan kemajuan dari program CSR tersebut.Meski demikian ,peran PR dalam konteks ini masih diwarnai oleh kegiatan PR seperti hubungan media.Berhasil atau tidaknya program PR bertumpu pada hal pengkomunikasiannya sehingga komunikasi menjadi mata rantainya.Biasanya komunikasi menjadi rantai yang hilang dalam praktek tanggung jawab sisoal perusahaan.Dasar dari pelaksanaan kegiatan csr adalah dialog terbuka dengan stakeholder untuk mendapatkan informasi mendalam dari opinion leader dan seluruh stakeholder .Inilah yang justru tidak dipahami dan dilakukan dengan baik oleh perusahaan sehingga mereka tidak mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tanggung jawab social perusahan.
Sehingga komunikasi korporat dan kerja PR dalam pelaksanaan Csr perusahaan dapat dioptimalkan untuk meraih dukungan publik,kepercayaan,dan kesepahaman dengan dengan stakeholder .Komunikasi Csr perusahaan sejatinya diarahkan kepada 3 kelompok besar stakeholder.Yang pertama adalah opinion leader ,yang kedua adalah masyarakat umum da sekitar dan yang ketiga adalah internal perusahaan.Dalam hubungan inilah PR menjadi suara bagi terkomunikasikannya Csr kepada khalayak luas.Kritik terhadap bagaimana seharusnya PR melakukan tugasnya untuk mengkomunikasikannya bahwa dalam melakukan program-program komunikasi berskala kecil dan menulis laporan pelaksanaa kegiatan untuk menunjang publisitas.Meskipun program csr yang dilakukan telah menyentuh lapisan stakeholder secara luas namun pengkomunikasian kegiatan csr hanya terbatas pada pengambilan keputusan pelaksanaan csr,dan bukan secara menyeluruh kepada seluruh karyawan.
Sampai saat ini belum banyak praktisi PR yang mengkomunikasikan kegiatan Csrnya secara etis dan meyakini bahwa pesan yang mereka sampaikan baik,benar dan senyatanya begitu serta bukan window dressing.Kunci komunikasi CSR adalah pemahaman terhadap apa yang menjadi harapan,keinginan,dan kebutuhan stakeholder.Untuk merancang program komunikasi pr yang genuine tentang Csr dibutuhkan dialog dengan seluruh stakeholder .Mengkomunikasikan pesan tentang CSR merupakan sebuah pekrjaan yang menghibungkan secara langsung niali-nilai korporasi dengan nilai etika individual PR.
Dalam jurnal komunikasi yakni tentang pentingnya Pengkomunikasian kegiatan CSR oleh Dyah Pitaloka ,pentingnya komunikasi ke dalam dan keluar menganggap bahwa omunikasi tentang pelaksanaan kegiatan csr perusahaan menjadi bahasan mendalam,Internal menganggap bahwa komunikasi tentang pelaksanaan kegiatan Csr perusahaan ke seluruh karyawan penting untuk membangun kepercayaan,dukungan sekaligus kebanggan pada apa yang dilakukan perusahaan.Premis yang sama yang dikemukakan oleh stakeholder (Pitaloka,2008:159)
Pada akhirnya PR tetap harus mengkomunikasikan kegiatan csr kepada seluruh stakeholdernya ,Namun yang haus diperhatikan adalah komunikasi pesan tentang csr menghubungkan sebuah korporat sebagai kesatuan dengan tanggung jawab individual kepada orang lain.
SUMBER
1. Rahman,Reza,2009CSR:Teori dan Kenyataan,Media presindo:Yogjakarta
2. Amri,Mulya,2008,CSR:untuk penguat Kohesi social,Indonesia bussines Link:Jakarta
3. Jurnal Komunikasi Volume 3 CSR DALAM BINGKAI KOMUNIKASI

pencitraan kandidat melalui manajemen citra

Kampanye politik menjelang pemilu memang belum dimulai.tapi antusiasme partai partai besar mulai bergeliat berlomba-lomba menampilkan serta mempublikasikan calon presiden yang akan diusung pada pemilu 2009.Setiap tim sukses dari masing-masing partai ingin para kandidat yang dijagokan merebut RI 1 dan RI 2,mereka bekerja keras memasang iklan politik dari media massa baik televisi maupun surat kabar.Iklan yang terpajang pada headline berbagai surat kabar akhir-akhir ini mengindikasikan tujuan utamanya yakni menciptakan citra positif bagi calon kandidat masing-masing partai.Mereka mencari simpati publik dengan memasang wajah calon kandisat beserta lambang partainya diharian-harian terkenal surat kabar ibukota.Penciptaan citra tersebut diharapkan layak dipilih menjadi presiden dan wakil presiden.
Melalui iklan yang terang-terangan ataupun terselubung menjelang pemilu kemungkinan besar akan berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat untuk menentukan tujuan pilihan suara kelak.Dari yang golput sampai akhirnya ingin memilih calon kandidat lainnya.Hal tersebut kadangkala hanya membuat masyarakat melihat sebagai segi persuasif semata untuk memilih calon kandidat karena iklan yang ditawarkan.Dalam kenyataanya prosenatse iklan yang ditayangkan belum tentu sesuai dengan faktanya yang terjadi dalam masyarakat.
Iklan politik pra kampanye tersebut dikategorikan sebagai rentetan ajang kampanye politik walaupun masanya belim dimulai.Hal itu diupayakan untuk mendongkrak jumlah pemilih dalam menentukan pilihan pada partai yang bersangkutan,tujuannya untuk memuluskan dan mendapatkan kursi terbanyak jika partainya memenangkan pemilu dan mendapatkan jumlah kursi terbanyak untuk melenggang ke gedung senayanIklan politik itu sebagai upaya pengukuhan dari calon kandidat yang ingin citranya dikenal secara luas dan diterima oleh khalayak.”kampanye politik lewat media massa,jumlah orang yang pandangan aslinya diperteguh ternyata 10 kali jumlah orang yang pandangannya berubah,Kalaupun terjadi perubahan pandangan,itu merupakan peneguhan tidak langsung artinya orang yang bersangkutan merasa tidak puas dengan pandangan awalnya sebelum pandangannya berubah(Josseph Tklapper.1973:323).
Senada dengan joseph ,Teori kategori sosial dari Melvin D fleur mengansumsikan bahwa khalayak cenderung memilih pesan yang sesuai dan menghindari pesan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kepentingan,kelompok sosial (termasuk partai politik ,kelompok etnis dan kelompok agama mereka).
Dalam kampanye politik citra sangat penting untuk menunjang jumlah pemilih dalam menentukan pilihan.Dari citra partai hingga citra kandidat itu sendiri.Kampanye politik merupakan penciptaan,penciptaan ulang dan pengalihan lambang signifikan secara sinambung melalui komunikasi.Citra capres maupun cawapres akan lebih lengkap dengan adanya tim ahli yang mendukungnya.Tim ahli ini diharapkan mampu mengembangkan strategi jitu dalam mengelola citra kandidat .Pada pengalaman pemilu Amerika kemarin menunjukkan bahwa selain tim sukses dan tim ahli berperan penting dalam kemenangan Barrack Obama.Misalnya saja Public Relationnya dari partai Demokrat yang mempunyai strategi positioning yakni menciptakan citra Obama yang riwayat hidunya penuh inspirasi,memukau menggugah kesadaran khalayak luas serta menginspirasi kita menuju perubahan.Sebagai aktor politik yang anti perang.Jika tim sukses yakni tim ahli dipakei oleh capres dan cawapres oleh masing-masing partai maka akan mengarahkan kandidat politik untuk tampil prima dan kuat dimata khalayak.
Dukungan dari tim sukses tidak akan sempurna jika dari intrenal calon kandidat tidak ada perubahan.Komunikasipun menjadi hal yang utama dan sangat diperhitungkan bagi calon pemilihnya.Komunikasi verbal maupun non verbal manjadi hal utma yang harus diperharikan.Ini penting sekali jika para kandidat tampil di depan publik yakni televisi secara langsung ataupun tidak.Latar belakang budaya merupakan menjadi tonggak penting dalam mempengaruhi citra seorang kandidat.Apalagi Indonesia merupakan negara yang rakyatnya menyukai tentang image dari tokohnya yang bersahaja,sederhana dan mau mengerti hati nurani rakyatnya.Image berpakaian pun penting untuk ditelaah lebih lanjut.Misalnya saja memakai batik atau pakaian tidak resmi di sela-sela kegiatan yang tidak berhubungan dengan kenegaraan.
Setelah citra yang melekat dalam dirinya ,tidak serta merta menjadikan dia harus jaga image setiap saat.Tapi citra diupayakan mampu menjadikan para kandidat dalam kenyatan hidupnya baik citra yang disandangnya sampai mampu melenggang menduduki orang no 1di negeri ini.Penciptaan citra akan semakin sempurna dibarengi dengan pemberitaan pers secar gencar.Atribut politik dan gaya personal seorang kandidat politik seperti persepsi oleh pemberi suara membentuk citra bagi para pemilih tentang orang yang berusaha menjadi pejabat.Seperti riset yang dilakukan pada tahun 1952 sampai 1972 di AS survey membuktikan sifat yang menjadi label kandidat yakni atraksi personal.Dimana survey tersebut mendominasi citra publik tentang kandidat kepresidenan.
Menelaah tentang kemenangan Barrack obama sebagai pemenang presiaden Amerika dibalik itu semua image yang melekat dalam dirinya yakni figur yang mempunyai ideologi perubahan dalam segala hal,atau radikal,anti perang ,bersahaja,ibarat penghipnotis yang beraksi terhadap korbannya dari artian yang positif.Bagi para pemilih calon kandidat rata-rata mempunyai impian tentang citra kandidat yang ideal..Banyak pemilih yang memberikan suaranya mempunyai konsepsi tentang sifat-sifat yang paling diinginkan pada pemegang jabatan pemerintah dan ciri-ciri yang oleh mereka dianggap paling pantas ditolak.Buktinya citra standart yang digunakan pemberi suara untuk membandingkan dan menilai siat-sifat yang dipersepsi pada kandidatnya benar-benar untuk mencalonkan diari untuk jabatan.
Miller dan Jackson melelui studinya menyatakan bahwa citra ideal bagi calon kandidat terdiiri dari beberapa unsur.Dan beberapa studi lainnya melaporkan bahwa standart citra calon kandidat diantaranya kedewasaan,kejujuran,kesungguhan,kekuatan,kegiatan dan energi dan kesemuanya gabungan tersebut dikenal dengan nama ”pahlawan politik”.Miller dan jackson membandingkan citra kandidat diantaranya struktur citra rakyat tentang pemegang jabatan yang sangat stabil,citra demikian memiliki dimensi –dimensi yang jelas termasuk bagaimana orang membayangkan sifat pribadi,latar belakang profesional,afiliasi partai dan pendirian ideologis kandidat yang ideal, ;kelebihan seorang kandidat terhadap yang lain dalam pikiran memberi suara sebagian besar merupakan fungsi bagaimana masing-masing kandidat memenuhi sifat yang ideal.
Media lekat sekali dengan pembentukan sebuah citra.Gene Weykof (prodeser tv dan radio)menytakan bahwa media menanamkan citra sebagai predisposisi media dimana tv menciptakan bahasa simbolik yang membentuk streotip orang baik dan orang jahat media mengajari pemberi suara sepanjang tahun tanpa dan orang jahat.Citra mewujudkan personifikasi tokoh yang dikagumi atau dibenci secara universal dalam budaya Amerika.
Dalam budaya negara kita citra seorang kandidat akan sangat terpatri jika calon tersebut simpati kepada rakyatnya .Masalah latar belakang dari sipil atau militer tidak menjadi perdebataan yang berarti asalkan mereka peduli dan mau mengerti,memahami rakyat kecil.
Penciptaan citra melalui tv mendominasi partai-partai yang memilih media ini dari media lain, karena tv dengan kultivasinya diyakinkan akan kena pada sasaran.Di jaman yang serba tekhnologi ini calon kandidat dituntut untuk tampil apik di tv.Tidak hanya cara berbusana cara berbicarapun yakni bagaimana mengatakan hal yang disampaikan sangat penting menjaga pencitraan yang positif.Apalagi di tahun 2009 nanti para kandidat politik kita akan mengikuti debat capres dan cawapres yang konsekuensinya mengharuskan mereka mengakui pentingnya citra diri mereka.Visualisasi yang ditampilkan mengharuskan mereka sadar akan gaya busana.Busana menyampaikan pesan karena busana menyangkut pilihan dan pilihan mencerminkan kepribadian.,tatanan rambut,make up,komunikasi non verbalnya dan sebagainya melambangkan kekuasaan wewenang dan atribut-atribut lainnya.
Kemampuan seorang kandidat saat melakukan debat akan menjadi timbangan yang berarti untuk mempengaruhi jumlah pemilih jika pada saat berlangsungnya debat dia selalu memperhatikan kesadaran diri dan konsentrasinya.Kandidat harus selalu sadar dan konsentrasi di depan kamera.Biasanya kamera akan membuat bubar kosentrasi jika para kandidat tidak bisa mengendalikan dirinya.Cara berbicara di depan kamera,ekspresi wajah saat atu sela pada saat menjawab pertanyaan atau sebagainya serta jika terjadi pengambilan gambar dari berbagai sudut kamera kandidat harus tetap santai dan konsentrasi.Attitude pada saat berlangsungnya debat harus diskenariokan agar debat berjalan dengan lancar.
Pencitraan tidak hanya dari diri seorang kandidat tapi juga dari ekternal kandidat menjadikan poin penting .Bagi para kandidat pemilu 2009 hendaknya telah memiliki tim ahli untuk merubah atau permak dirinya menjadi calon kandidat yang ideal dalam segala hal.Kekompakan antara partai politik,simpatisan serta program-program kampanye diharapkan juga menciptakan citra bagi kandidat yang dipilihnya.Tim sukses dan tim ahli akan sempurna jika keduanya bersanding menciptakan citra diri positif bagi kandidat kuatnya.
Tak ubahnya yang terjadi pada margaret Thacter ,sebelum menjadi perdana mentri Inggris sama sekali meremehkan citra diri dan melalukan semau yang ia suka.”Dengan arahan konsultan PR Gordon Reece akhir tahun 1970an Margareth Thacer bersedia dipermak lebih atraktif bagi calon pemilih(Brian McNair 1999).Peniruan ini juga selayaknya harus dilakukan para kandidat capres dan cawapres jika tujuannya nanti dapat tercapai walaupun harus menanggalkan citra dirinya yang sebenarnya dan untuk kepentingan publik secara luas maka citra diri yang ideal adalah dambaan bagi banyak pemilih.