Activities

Monday, March 8, 2010

The woman day,,,KITA pasti BISA,,,

       Buat wanita-wanita,perempuan dan teman temanku hahah,,sedikit menuangkan ide pikiran,,,dikala pagi datang menyapaku ,,,

     Perempuan adalah segalanya ,,,Hari Perempuan Sedunia sesungguhnya merupakan kisah perempuan biasa menoreh catatan sejarah; sebuah perjuangan berabad-abad lamanya untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat, seperti juga kaum laki-laki. Di masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntuk dihentikannya peperangan; dalam Revolusi Prancis, perempuan Paris berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan "kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan" menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.

    Mengikuti perkembangan jaman hak hak dan kewajiban mulai diperhitungkan.Kala dulu wanita hanya melakukan pekerjaan pekerjaan yang dinilai sekunder labih unggul laki laki dalam segal hal,sehingga keperpihakan gender sangat menjadi masalah yang krusial bagi kami kaum wanita.Wanita identik dengan kelemahan,wacana ini memang kenyataan karena semua orang mempersepsikan hal seperti itu.Ini saatnya kami unjuk gigi untuk membuktikan bahwa kami bisa melakukan hal lainnya.Perempuan identik juga dengan kekerasan sehinnga sebagai kaum yang tertindas,Mereka yang melakukan kekerasan tidak berpikir pnjang,hanya melakukan nafsu semata untuk menyakiti perempuan.Padahal kita adalah sama,hanya kodrat yang berbeda.
      Ketertindasan perempuan masih di rasakan sampai saat ini. Dengan banyaknya pelecehan, perkosaan, KDRT, tidak adanya hak yang semestinya bagi buruh perempuan, penganiayaan dan pelecehan kepada TKW dll.  Akar masalah adanya ketertindasan dan kekerasan yang terjadi di karenakan tatanan social kita yang menganut paham patriarkhi. karena adanya legitimasi bahwa laki laki adalah superior maka perempuan menjadi inferior dan ini menjadikan perempuan di lemahkan. Dan hal yang paling  fatal adalah apabila secara tidak sadar atau sadar perempuan membenarkan cara berfikir patriarkhi tersebut.

Dari sinilah lahir undang undang yang melindungi hak hak perempuan.Baik itu berupa Lembaga swadaya Masyarakat(NGO)yang selalu menyerukan kritikannya agar permpuan tidak selalu dilindas.Undang undangpun dibuat pemerintah supaya Permpuan mempunyai wadah dan bisa melaporkan kejadian kejadian yang menimpanya.
     Pemerintah mencoba membuat kebijakan agar terjadi kesetaraan dan keadilan antara permpuan dan laki – laki. Hal ini dapat di lihat dari kebijakan kebijakan pemerintah, seperti : UU no 12 tahun 2003 tentang keterwakilan perempuan dengan kuota 30% (affirmative action), Inpres NO 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional, UU No 23 tahun 20004 tentang UU PKDRT merupakan satu langkah yang baik untuk dapat memperjuangkan  hak hak perempuan.
Kami kaum wanita banyak merasa senang dan bangga adanya undang undang ini karena yang kami rasakan penderitaan kami akan terhapuskan dan kesetaraan jender dapat kami peroleh.
        Harapan saya mewakili perempuan dunia khususnya di Indonesia ingin sekali diberi keadilan,tidak ada kekerasan,mendapat hak yang sama dalam memperoleh pekrjaan seperti laki-laki,,tatanan sosial dapat diubah yang merugikan perempuan,
    3 prioritas utama asosiasi permpuan dunia dalam peringatan hari perempuan ini adalah:
pada tiga prioritas utama yang membutuhkan perhatian dunia secepatnya:
Kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi yang berpengaruh sebagai penentu keputusan masih rendah, begitu pula akses perempuan terhadap sumber daya. Hal ini digarisbawahi oleh ketidaksetaraan yang masih terus berlanjut, seperti:

Masih rendahnya perwakilan perempuan dalam posisi yang berpengaruh dalam dunia politik dan ekonomi dunia (siapa yang mengendalikan globalisasi?); perempuan masih mendominasi angka kaum miskin; berlanjutnya kekerasan terhadap perempuan; adanya pemisahan jenis kelamin (gender gap) dalam pendidikan dan besar-kecilnya gaji.
Hak yang sama bagi setiap warga negara, yang seharusnya bersifat universal, masih belum berlaku bagi perempuan, yang belum mendapatkan sumber daya yang memungkinkan mereka untuk menggunakan hak mereka sebagai warga negara.

Pekerjaan-pekerjaan reproduktif tanpa imbalan masih dibebankan di pundak perempuan: di seluruh dunia, perempuan masih melakukan pekerjaan-pekerjaan reproduktif, merawat orang sakit dan jompo, merawat keluarga dan rumah tangga setiap hari - baik secara fisik maupun psikologis. Pekerjaan jenis ini diperlukan di setiap penjuru dunia, tapi masih belum diberikan imbalan, dan orang cenderung menganggap perempuan harus dan mau melakukan pekerjaan seperti ini. Kita ingin dunia mengakui pentingnya pekerjaan seperti ini dan mengakui bahwa itu merupakan tanggung jawab bersama.

      Struktur pemerintahan dan institusi yang masih bias jender. Sebagai pelaksana pembangunan, kita wajib memberantas berlanjutnya bias jender yang terwujud dalam institusi "pembangunan" global. Komitmen bagi kesetaraan jender harus diinstitusionalisasikan, mandat harus dibuat lebih berbicara; kita tidak bisa menunggu saja untuk penerapan kebijakan-kebijakan yang menghargai jender

Mungkin tulisan ini hanyak bentuk refleksi saya memandang perempuan dalam perspektig global dan mengamati lingkungan sekitar,so maaf buat kaum laki laki yang selalu disinggung atas ini hahah,,semoga perempuan menjadi maju,kreatif,punya hak yang sama,tanpa harus melupakan kodrat lahiriahnya sebagai Perempuan seutuhnya ,,,

Cara kerjasama dengan baik pria dan pemerintahlah hak dan visi tujuan wanita ke depannya dapat terealisasikan dengan baik,,,
Hidup Perempuan,,semangat perempuan,,,Fighting AYO kita Maju!!!

2 comments:

  1. salam...berkunjung...hehehehehe...

    ReplyDelete
  2. Follow Blogku ya
    http://MozartWearsPrada.wordpress.com okeh cur

    ReplyDelete