Activities

Saturday, December 25, 2010




DUSUN CLAPAR II ,HARGOWILIS ,KOKAP KULON PROGO
Clapar adalah sebuah dusun yang sangat luas.Letaknya yang berada di atas bukit atau ketinggian membuat kondisi wilyahnya berpencar.Secara keseluruhan wilyahnya membentang dari timur barat hingga utara yang tinggal di daerah perbukitan tinggi.Rumah rumah pendudukpun berada di daerah daerah atas perbukitan menjulang,sebagian lagi berada di dataran lebih rendah.
Pada tahun 2008 Dusun Clapar mengalami pemekaran yang terbagi menjadi 3 dusun yakni Clapar 1,Clapar II ,dan Clapar III.Semua dusun dipimpin oleh kepala Dukuh yang terpilih oleh masyarakat  pada masing –masing dusun.
Tepatnya tonggak lahirnya atau pemekaran dusun clapar pada tanggal 10 November 2008
Sehingga masing masing dusun Clapar baru berdiri beberapa tahun .Masing-masing pedukuhan saling mendukung satu sama lain.
Dan Clapar II merupakan Salah satu hasil pemekaran Dusun Clapar.Dusun ini berbatasan langsung dengan wilayah dusun Clapar I dan Clapar III.


DUSUN CLAPAR II


Sejarah Clapar II

Awal lahirnya dusun Clapar II adalah hasil dari upaya pemekaran dusun yang dilaksanakan pada tahun 2008 .Adanya pemekaran wilayah Dusun dikarenakan dusun Clapar sangat luas sehingga jangkauan ke kemasyarakat secara keseluruhan tidak dapat dilakukan secar maksimal.Sehingga dengan hasil pemekaran diharapkan dapat merangkul masyarakat secara keseluruhan.Setelah melalui pemekaran maka giliran saatnya untuk memilih pemimpin yang tepat untuk mengayomi clapar II.Melalui pemilihan dari para warga Clapar II terpilih Kepala Dukuh yang akan memimpin Clapar II.Seperti daerah-daerah lainnya Sebuah Dusun harus dipimpin oleh kepala Dukuh.Dan yang terpilih dan mendapatkan kesempatan emas pertama kalinya memimpin dan membawa perubahan ke depan untuk Clapar  II adalah Bapak Saridi.Beliau merupakan warga asli clapar II sehingga tahu tentang seluk beluk tentang dusun wilayahnya dan warganya.
Dusun Clapar II mempunyai luas wilayah 705 m² daerahnya kebanyakan terdiri dari perbukitan yang ditumbuhi beberapa flora beragam.




Sedangkan pemukimannya berada diantara perbukitan-perbukitan.Awal berdiri dusun Clapar II terdiri dari 6 RT dan 2 RW .Enam RT tersebut diantaranya adalah RT 8,9,10,11,12,13 dan Dua RW yang berada di wilayah Clapar adalah RW 3 dan RW 4.RW 3 menaungi 3 RT yaitu Rt 8,9,10 sedangkan RW 4 menanungi 3 RT pula yakni RT 11,12,13.Masing-masing RT dan RW dIpimpin oleh Kepala RT atau RWyang biasa disebut Ketua RT.Kebetulan hampir keseluruhan RT dan RW di Clapar ii dipimpin oleh laki-laki.
Jumlah Kartu Keluarga di Clapar II dalah 113 KK,dengan jumlah yang berbeda beda pada masing masing RTnya.RT 8 dengan jumlah kk,,RT 9 dengan jumlah KK,RT 10 dengan jumlah kk,RT 11 Dengan jumlah KK,RT 12 dengan jumlah KK,RT 13 dengan jumlah KK,
Sampai saat ini Kegiatan masyarakat di Dusun Clapar II Sangatlah beragam dan aktif .Beberapa kegiatan  organisasi setingkat dusun diantaranya PKK,Karang Taruna,KKLMD,Dusun Siaga Dengan kegitan rutinnya adalah Posyandu,PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),Lansia,TPA(Taman Pendidikn Al-Quran AL-Amin,arisan RT/RW serta kegiatan-kegiatan karang taruna.




KEADAAN GEOGRAFIS DAN MASYARAKAT DUSUN CLAPAR II
Secara keseluruhan wilayah clapar II berada di perbukitan.Perbukitan yng ditanami berbagai macam flora seperti rempah –rempah dan tanaman sejenis kayu kayuan.Masing masing bukit memiliki keunikan masing-masing diantaranya berupa bebatuan dan tanah berwarna merah kecoklat-coklatan.Jenis bebatuannya juga bergam yakni batu kapur,bebatuan yang berwarna hitam serta batu batu besar yang melintang dipinggir jalanan.
           
                  
   Clapar secara geografis berbatasan dengan clapar I dan Clapar III Clapar II Sebelah utara berbatasan langsung dengan wilayah Clapar I,Sedangkan wilayah selatan dan timur berbatasan dengan wilayah Clapar 3 atau biasa disebut Kalingiwo.
                                                                     
                                                       SUNRISE
(Matahari pagi di Clapar menambah keindahan di pagi hari)





    Dengan perbukitan yang mengitari wilayah Clapar II maka tanaman tanaman banyak tumbuh .Diantaranya di beberapa tempat tumbuh Pohon Sebagai bahan pembuatan Minyak kayu putih,Pohon Nangka,Pohon papaya,pohon pisang,Pohon mahoni,pohon Cengkeh,Pohon Aren yang menjadi buah Kolang-kaling,tanaman kopi,tanaman empon emponan seperti jahe ,kunyit ,kencur,laos dan sebagainya.Selain itu pohon utama yang banyak tumbuh adalah pohon kelapa dan pohon bambu yang biasa dimanfaatkan warga untuk mengambil legen dan buat anyaman yang dapat menghasilkan besek atau anayman jenis lainnya.
Pohon kelapa serta pepohonan lainnya banyak ditemukan dipinggir jalan Clapar II.Pohon Kelapa biasa digunakan sebagai bahan utama pembuaan gula jawa yakni dengan mengambil air niranya.Pohon Melinjo,Pohon Mahoni ,Pohon Cokelat, Pohon Kakau serta tanaman serupa lainnya.
Wilayah Clapar sendiri untuk daerah pemukimannya membentang dari selatan sampai ke utara .Adapaun wilayah perbukitan menjadi tempat pemukiman bagi penduduknya.Hampir 80% jalanan Clapar telah diaspal dengan bantuan pemerintah serta swadaya masyarakat untuk membuat Cor  block pada masing masing RT untuk dapat menuju ke rumah satu dengan rumah lainnya.Berhubung jarak rumah satu dengan rumah lainnya hampir berjauhan serta medannya yang naik turun sehingga lebih memudahkan jalanan untuk dicor block.



Wilayah clapar II dapat dikatakan wilayah perbukitan dengan dihiasai pepohonan hijau samping kanan dan kiri jalan.Dari Alam itulah masyarakatnya dalam kesehariannya berkebun di hutan atau diladang ladang mereka.Warga Clapar II kebanyakan hanya mengandalkan kebun sebagai tempat bermata pencaharian dengan mengandalkan hasil hasil tanaman seperti Ketela(baik singkong maupun ubi ).
                   

Ibu-Ibu atau wanita di Clapar 2 mengandalkan hasil gula sebagai penyambung hidup ekonomi dapur mereka.Sedangkan para Bapak atau laki-laki berrofesi sebagai Penderes atau biasa disebut sebagai dewan(karena sangat diagungkan pekerjaan mengambil air nira di pohon kelapa.Ada pula bekerja sebagai pedagang,pegawai,serta penjual atau penjaja makanan.

Kegiatan keseharian dipagi hari biasanya para Ibu-ibu mengambil rerumputan untuk makanan ternak di hutan atau bukit bukit dekat rumah mereka.Sedangkan para lelaki biasa melakukan aktivitas nderes yakni naik pohon kelapa dengan menaruh wadah air niranya.









KEPALA DUSUN CLAPAR
Nama lengkap Saridi ,Kelahiran Kulon Progo tanggal 5 Juni 1965,Bapak Saridi  adalah seorang yang berpenampilan sederhana dengan tinggi badan sekitar 165an.Sebelum menjadi Kepala Dukuh dimasa jejakanya biasa pergi keluar kota untuk mencari pekerjaan.Kota-kota yang pernah disinggahi untuk mencari uang diantaranya beberapa kota di Pulau Sumatra.Kemudai menjelang umur 30an memutuskan untuk kembali ke Clapar dan Menikah dengan mantan pacarnya(istrinya sekarang).Sampai sekarang telah dikarunia 2 anak yakni putra dan putri bernama Dimas Pratama kelahiran tahun 1998 dan Aprina Dwihastari kelahiran 2000.
Sumini itulah nama sapaan ibu dukuh Clapar II ,wanita kelahiran Kulon Progo tanggal 19 Maret 1969 ini mampu menjadi tambatan hati pak saridi dikala mudanya.
Sebagai seorang Kepala Dukuh pak Saridi dituntut untuk aktif.Keaktifan itu diantaranya harus selalu siap dimintai warga untuk mengurus acara dusun,rapat-rapat catat-mencatat,serta kenduren kemana mana dan harus menghadiri undangan.Disamping itu juga sering dimintai mengurusi administrasi untuk ke desa .
Selama 2 tahunan dalam kepemimpinanya Clapar II tumbuh kembang menjadi dusun Mandiri.Dengan adanya kegiatan-kegiatan keorganisasian di dusun.Seperti Kegiatan Karang Taruna,PKK,KKLPMD,serta dusun Siaga.Sehingga masyakatnya selalu  diajak bersama-sama untuk aktif dalam kegiatan tersebut.














Ditinjau dari analisis SWOT yakni berdasarkan Strenght(Kekuatan),Weakness(Kelemahan),Opportunity (peluang),dan Treathment (Ancaman) Dusun Clapar II dapat dikategorikan sesuai dengan keadaan kondisi wilayah di Clapar diantarannya:
Kekuatan Dusun Clapar II
-Mempunyai Potensi alam yang bagus sebagai penghasil produk tanaman unggulan .Contohnya tumbuhnya tanaman tanaman yang layak jual,bamboo,tanaman empon-emponan,pohon cengkeh,pohon buah aren,ketala yang dapat dimanfaatkan .
-Kegiatan kegiatan keorganisasian yang berjalan dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan potensi pemberdayaan masyarakatnya.Misalnya Gapoktan,karang taruna dan lainnya.
-Ditunjang daerah perbukitan dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan wisata,melalui dusun wisata karena terdiri dari kekhasan dusun mulai dari hasil gula,mata pencaharian ,kesenian dan kegiatan kegiatan dalam keorganisasian.
Kelemahan Dusun Clapar II
-Karena kesulitan air sehingga masyarakat terkadang susah mendaptkan air,sehingga banyak warga masyarakat clapar yang harus menempuh jarak jauh unuk mendapatkan air.
-Sumber daya manusia yang rendah dikarenakan banyak tenaga tenaga muda atau produktif keluar dari Clapar untuk memperbaik ekonomi sehingga diperlukan banyaknya pemberdayaan masyarakat.
-Akses informasi dan komunikasi sangat kurang karena fasilitas /sarana dan prasarana belum ada.Terlebih masalah transportasi yang mengakibatkan akses kurang dijangkau.
-Permasalahan penerangan jalan yag mengakibatkan Clapar selalu gelap dimalam hari,
Peluang Dusun Clapar
-Dapat menghasilkan produk produk alam yang berkualitas yang dapat tembus ke pasang Internaional seperti produksi gula jawa,selama ini masih menjadi kepercayaan stakeholder.
-Berpeluang untuk tumbuh kembang menjadi dusun yang berpotensi untuk kegiatan dusun wisata alam dan produk alam lokalnya.
-Kegiatan-kegiatan pembudidayaan ternak dapat menjadi alternative yang dapat dikelola warga masyarakatnya.
Ancaman
-Dikarenakan daerah perbukitan rawan sekali terkena longsor sehingga akan mengancam keselamtan dan keamanan warganya .
-Dimusim kemarau dan penghujan terkadang akan mengakibatkan kondisi lingkungan yang tidak sehat dan menimbulkan berbagai banyak penyakit





KHAS DARI CLAPAR
Makanan
Ketela merupakan tanaman utama yang tumbuh di tanah Clapar.Masyarakat sini biasa menyebut dengan sebutan Jendal(Singkong).Cara Pengolahannyapun juga bermacam macam.Olahan Singkong diantaranya Geblek,Gatot,jendal Kulupan(dicampur dengan air nira atau legen),Gaplek ,Kripik dan lainnya.Dan Geblek menjadi favorit makanan yang sering diolah dan diperjual belikan.Dengan cara olahan dan masak yang sederhana geblek biasa disajikan dengan benguk(sejenis olahan tempe).
·         Geblek
Merupakan makanan hasil olahan singkong .Makanan ini berbentuk gorengan bulat bulat kecil berwarna putih.Geblek biasa dinikmati dipagi hari dengan tambahan pendamping tempe benguk.Masyarakat Clapar pada umumnya juga menjadikan memeasak geblek dikala tradisi punya acara slamatan(kenduren dalam bahasa jawa),terkadang camilan ini juga disajikan dalam acara pengajian antar  warga,serta hari-hari besar lainnya.
Karena cara pengolahannya yang lumayan gampang dan sederhana maka masyarakat clapar hampir keseluruhan dapat membuat olahan geblek tersebut.Hal –hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat geblek yakni dengan bahan utama singkong .
Pertama kupas singkong cuci sampai bersih,Setelah dicuci satu persatu Kemudian siapkan parutannya .singkong diparut dengan parutan(Parutan biasa dibuat dengan kaleng-kaleng bekas dan kayu dengan bentuk persegi panjang).Parutan geblek bisa dikatakan parutan jumbo atau besar karena hampir 10 kali lipat dari parutan normal.Kemudian kaleng-kaleng yang telah ditempel dikayu lalu dilem dan dipaku pada sisi bawah dan atasnya ketika sudah tertempel kemudian kaleng  dilubangin dengan paku ,sehingga parutan langsung bisa digunakan.




Singkong diparut hingga menghasilkan hasil parutannya.Dibawah parutan tidak lupa diberi wadah untuk menampung hasil parutan.Dan hasil parutan itu akan bercampur dengan air.Hasil parutan kemudian diperas peras hingga terambil sari pati singkong.Ampas hasil parutan tersebut kemudian ditaruh diwadah yakni semacam tampah lalu diplintir-plintir sampai berbentuk pipih memanjang.Dan dibuat bulatan seperti donat kecil kecil.Siap di goreng dalam wajan yang panas dengan jumlah penggorengannya yang banyak.Saat menggoreng kira kira perlu waktu sekitar 15 menitan untuk menghasilkan geblek yang rasa krenyes dan empuk.Kemudian setelah gorengan mengembang dan berwarna putih siap diangkat dan ditirskan.ALhasil Geblek siap dihidangkan dalam keadaan hangat-hangat.
·         Sengek Benguk dan Sengek Kedelai
Merupakan olahan lain dari olahan tempe.Selama ini olahan tempe yan kita kenal  seperti tempe goreng,mendoan,kering tempe,kripik tempe,tempe bacem dan lain lain biasa menjadi menu keseharian masyarakat.Di Clapar sediri olahan tempe benguk bisa dikatakan hampir mirip dengan olahan bacem akan tetapi yang membedakan adalah warnanya.Tempe bacem dengan warna yang coklat sementara olahan tempe benguk terkadang berwarna putih maupun berwarna hitam.
Cara pengolahan tempe Sengek yang dijadikan partner makan geblek juga lumayan sederhana dalam pembuatannya.Pertama sediakan tempe (Bisa bungkus plastik ataupun bungkus daun),kebanyakan tempe yang dijual di Clapar adalah tempe berbungkus daun),Kemudian Untuk bumbunya Ada santan,gula jawa,tumbar ,bawang merah dan bawang putih garam michin laos,jahe salam.Semua bumbu dihaluskan dan ciampur dengan santan.Kemudian tinggal memasukkan tempe dan tunggu sampai beberapa saat dan akan terlihat sengek kedelai akan matang dalam wajan.Lalu angkat dan bisa langsung dinikmati.
Bentuk lain dari Sengek  yakni dengan bahan utama tempe benguk.Tempe ini semacam tempe kedelai yang berwarna hitam.Sehingga olahannya nanti akan berwarna hitam.Untuk bumbunya hampir sama dengan sengek kedelai sehingga olahannya yang berwarna hitam menunjukkan bahwa itu adalah sengek benguk.
Sengek biasa dihidangkan dalam acara-acara rutinan seperti pengajian ,menu slamatan(menu kenduren)dan acara acara besar lainnya.Sama seperti dengan di daerah daerah lain sengek menjadi andalan menu warga Clapar pada umumnya.

Ada Batu di Clapar!!!!!!!!!
Dengan wilayah perbukitan Clapar sangat banyak dihiasi batu batu besar disekelilingnya.Mulai batu batu ukuran kecil dan batu batu besar yang secara alami telah ada jaman dulu.Hal-hal mistispun terkadang masih ada di masyarakat Clapar yang masih mengnggap kekeramatan sebuah batu sehingga mereka sering meruwatnya.
Berbicara mengenai batu di Clapar terdapat titik ttik tumbuhnya batu alami maupun batu yang sengaja dikeramatkan diantaranya
·         Gethok Gerot
Merupakan batu besar yang menjadi wilayah perbatasan Dusun Clapar II dan Dusun Clapar III,Batu Gethok Gerok mempunyai arti gethok dalam bahasa jawa yang berarti bersatu sedangkan Gerot adalah suara sehingga artinya adalah suara yang saling bergesekan pada batu tersebut. Batu ini ada  sejak dulu yang berasal dari factor alam,yang notabennya wilayah Kulon Progo terdiri dari bebatuan.Batu Gethok Gerot mempunyai tinggi sekitar 6 meter ,dan biasanya masyarakat sering naik batu tersebut hingga puncak.Pemandangan yang tersajikan sangat mempesona sehingga menggugah untuk melihatnya dari ketinggian Gethok Gerot.Bentuk dari batu ini seperti katak besar jika dilihat dari bawah.
·         Batu Keramat dekat masjid
Satu hal yang pasti di Clapar terdapat batu yang dikeramatkan sebagian warga.Tidak ada alasan mengapa batu tersebut dipercaya sebagian warga sebagai batu yang mempunyai arti besar.Konon Batu tersebut merupakan peninggalan dari wali yang memang  harus selalu diruwat.Dan belum ada yang dapat memastikan berapa umur atau lamanya batu tersebut berada di dusun Clapar II.



Sumber Air di Clapar II
Penampung air dengan kekhasan warna birunya sekarang hanya dapat menjadi pemandangan sekilas di dusun Clapar II.hal tersebut dikarenakan air dalam penampungan tersebut sudah tidak dapat difungsikan lagi .Air yang pada awalnya diambilkan dari waduk sermo kemudian disalurkan melalui wadah wadah penampung air tersebut.Nyatanya karena alatnya tidak dapat difungsikan dan tidak kuat membawa air naik ke atas sehingga warga sudah tidak dapat menyalurkan langsung ke masing-masing rumah.Sebelumnya warga secara swadaya membayar air untuk kebutuhan sehari-harinya yang dikelola pemerintahan Desa Hargowilis.
Dan Sendang merupakan sumber air dan tempat untuk mengambil air oleh sebagian besar warga clapar II.Mereka menggantungkan sumber air dari beberapa titik sendang.Selain sebagai tempat mandi dan mengambil air manfaat sendang diantaranya sebagai tempat sosial atau berkumpulnya sebagian masyarakat.Dari sendang masyarakat dapat bertemu satu sama lain,tempat kumpul untuk berbagi cerita dan lainnya.
Sumber air bisa dikatakan jauh karena jarak sendang dengan rumah penduduk berjauhan.Sehingga Air bagi warga Clapar II dirasa amat penting dan mahal.Air meru[akan sumber kehidupan penting manusia yang diperlukan setiap hari bahkan setiap saat.
Selain sendang warga juga menggunakan sumur,baik itu sumur milik individu maupun sumur umum.Biasanya untuk disumur warga harus menimba dulu.Tidak sedikit sumur-sumur warga Clapar airnya terkadang keruh berwarna keputih-putihan dikarenakan faktor keadaan lingkungan yang berada diatas perbukit dengan bebatuan alaminya.Sehingga air yang keruh telah menjadi pemandangan biasa bagi warga Clapar II.Pemakaian sendang dan sumur dapat dikatakan lebih banyak beraktfitas dalam sendang itu sendiri.
Di Clapar II terdapat beberapa sendang yang digunakan warga mulai sendang besar yang dikeramatkan oleh warga masyarakatnya hingga sendang sendang kecil.Umumnya bentuk sendang di Clapar sudah diperbaharui dengan dibentuk kolah persegi panjang yang di bangun dengan semen dan bata.Adapun bentuk lain seperti sumuran bulat yag belum diperbarui.
Satu sendang biasanya dipakai oleh 2 RT sekaligus,jadi benar benar ramai oleh aktivitas warga dalam memakai air.Terkadang aktivitas mengambil air dilakukan dengan menggendong jrigen oleh ibu ibu menggunakan selendang untuk menahan beratnya.Sedangkan Bapak-bapak biasa memanggul dengan lehernya dan kepalanya.Adapula yang membawa motor untuk meringankan membawa berat air.
Titik Sendang di Clapar diantaranya Sendang dekat masjid Al amin.Sendang ini kira kira berukuran 2 x 3 meter untuk kolah bentuk persegi panjang dan keadaan sendang sudah diberikan penutup.Jadi untuk masalah privasi lumayan terjaga apalagi untuk wanita.Sedangkan sendang sendang semisal sendang sumber rejo dan sendang putra atau lainnya belum diberikan penutup untuk terjaganya sebuah hal yang bersifat pribadi.
Hal yang menjadi pemandangan rutin di musim kemarau adalah antrian warga untuk mendapatkan air di sendang.Terkadang antrian itu ditunjukkan dengan menumpuknya puluhan jrigen disendang untuk mendapatkan jatah air.
Berikut beberapa sendang yang digunakan warga
·         Sendang Sumber Rejo
Sendang ini dapat dikatakan paling tua di dusun clapar .Letaknya berada di perbatasan Clapar I dan Clapar II.Akan tetapi sendnag sumber rejo berada di wilayah Clapar II.Sendang ini dikatakn sendang terbesar se Clapar dikarenakan usianya yang lumayan tua dan sendang ini adalah sendang yang mendapat perawatan dari sebagian warga setiap 2 tahun sekali  karena setiap bulan rejeb(bulan dalam penanggalan jawa)mendapatkan ruwatan.Dan pada bulan Juli 2010 sendang ini telah diruwat oleh seluruh warga masyarakat Clapar  pada umumnya yakniI ,Clapar II, Clapar III  Clapar dalam acara Nawu Sendang Sumber Rejo.
Sendang Sumber Rejo disekelilingnya terdapat batu yang dililiti tubuh ular.Sehingga terkesan terdapat aura mistisnya.Selain itu untuk menuju ke sendang juga terdapat anak tangga menuju ke bawah.Adapula sumber air yang belum diperbarui semacam air kubangan berbentuk bulat.Disaat upacara adat nawu sendang kemarin kubangan air atau sumber air tersebet dibuatkan atap atap dari bamboo dan janur selayaknya pesta ruwatan.Maksud dari acara ruwat sendang itu sendiri adalah menjaga dan memelihara sendang berdasarkan fungsinya dan manfaatnya selama ini kepada warga amatlah penting bagi kehidupan warga sekitar.
Disisi lain kondisi sendang yang digunakan untuk aktifitas mencuci dan mandi belum difasilitasi penutup disekleilingnya.Jadi untuk hal privasi atau menyangkut hal yang bersifat pribadi kurang terjaga.Wanita biasa mandi dengan basahan(telesan)memakai baju atau kembenan yang dibasahi sehingga terkesan kurang bebas untuk mandi di sendang tersebut.
Sumber mata airnya dari berbagai sisi sehingga sendang ini tidak pernah habis dikala musim kemaraupun datang.Masyarakat hanya tinggal menggayungnya saja untuk mendapatkan airnya.Untuk itu kebersihan dan kondisi lingkungan harusnya bisa terjaga dari sampah sisa mandi yang berupa plastic dan sebagainya.
Sebagai sendang yang dikeramatkan warga ternyata sendang sumber rejo mempunyai pasangannya.Masyarakat biasa menyebutnya sebagai pasangan suami istri sendang rejo yakni sendang putra.
Letaknya hampir berdekatan kira 70an meter jaraknya dari sendang rejo.Akan tetapi sendang putra ini tidak digunakan untuk mandi ataupun mencuci.Bentuk sendang putra sama seperti sendang yang masih alami yakni berupa kubangan air berbentuk bulat.Dan alasnya terdiri dari batu batu pipih disamping sendang putra juga terdapat sungai kecil.Pada saat acara Nawu sendang,sendang putra tidak luput ketinggalan dari acara ruwatan.
Mata Pencaharian
“Nderes”(menyadap nira atau legen) adalah salah satu mata pencaharian sebagian warga clapar II.Biasanya orang yang melakukan pekerjaan ini disebut penderes atau warga clapar menyebutnya Anggota dewan.Dikarenakan pekerjaan ini memiliki resiko yang tinggi.
Para penderes yang ada di Clapar tidak harus memiliki pohon kelapa ,bisa juga memanjatkan kelapa tetangga atau sebagai suruhan orang.Dan nanti hasilnya dapat dibagi menjadi 2.Dengan begitu satu sama lain dapat untung.Biasanya warga clapar yang mempunyai pohon kalapa meminta penderes untuk “mendereskan”.Dan hasilnya dibagi 2 caranya 5 hari ditempat orang yang mempunyai pohon kalapa dan 5 hari di tempat penderes.Akan tetapi bagi penderes yang mempunyai pohon kalapa sendiri mereka bisa memiliki nira sendiri.
Berikut cara-cara nderes adalah sebagai berikut:
1.      Bunga Kelapa(manggar)yang masih muda (belum mekar)dikupas kulitnya
2.      Kemudian diikat dan biarkan kira kira 3 hari
3.      Setelah itu bunga yang masih terikat dipangkas sedikit demi sedikit.
4.      Proses keluarnya air nira(air legen tidak cepat) yakni membutuhkan waktu kurang lebih 3-5 hari.
Setelah terlihat tetes-tetes air nira (legen)para penderes menadahi dengan “bumbung”yang terbuat dari dari seruas bamboo yang didalamnya telah diberi larutan gamping(injjet)dari getah manggis sebagai bumbunya,
Biasanya air nira keluar sehari sekali .Setelah tidak keluar penderes menukarkan bumbung yang sudah berisi air nira dengan bumbung yang masih kosong.Agar nira atau legen keluar lagi,bunga kelapa dipangkas sedikit-sedikit dan ditadahi bumbung.Hal ini dilakukan oleh penderes setiap pagi dan sore.Air nira yang telah didapat dibawa pulang dan dimasak untuk dijadikan gula jawa.

GULA JAWA KOKAP
Biasa dikenal seperti itu karena gula ini berasal dari kecamatan kokap yang sebagian besar bekerja sebagai penderes.Dan gula kokap berbeda dengan gula gula jawa lainnya.Dikarenakan dalam proses pembuatan gula yang sangat alami tanpa campuran bahan –bahan apapun dan keawetan atau ketahanan gulanya sangat lama.
Istri atau ibu yang dirumah siap memasak air nira atau legen tersebut.Dimasak untuk menghasilkan gula jawa yang berwarna kekuning kuningan ,kecoklatan atau bahkan kehitam hitaman.Pembuatan gula yang berbeda warna bisa dibuat sesuai dengan selera.Adapun rasa gula juga dapat divariasi yakni dengan memberikan campuran jahe.Cara memasak menjadi gulapun juga sangat sederhana hanya membutuhkan alat penggorengan atau wajan besar dan dimasak diatas tungku api khas clapar yakni tungku yang terbuat dari tanah liat atau campuran semen.Pertama air nira dimasukkan ke dalam wajan besar kemudian tunggu sampia mendidih lalu mulai diaduk aduk hingga mengental.Proses gula hingga mengental memang cukup lama dan butuh kesabaran untuk tetap mengaduk aduk.Jika ditinggal atau tidak di aduk aduk maka hasilnya akan jelek.

Para bapak –bapak di Clapar mempunyai sebuah usaha yang dikelola sendiri yakni Gabungan Kelompok tani yang dinamakan “SUMBER MULYO”.Kelompok ini beranggotakan dari seluruh dusun Clapar yakni Clapar I,Clapar II dan Clapar III.Usaha yang dijalankan selain hasil kelapa yakni produksi gula yang di ekspor ke luar negeri diantaranya pembudidayaan ikan atau dibidang perikanan.Kemudian usaha penanaman sayur organic seperti sayur sawi dan beberapa warga juga membuat biogas alami dari hasil kotoran  ternaknya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber api alami dari hasil kotoran.Kelompok ini sangat aktif dalam berkegiatan dan berkumpul semacam arisan kelompok tani yang tiap bulannya rutin diadakan,pelatihan pelatihan dalam mengolah atau produksi hasil hasil alam yang terdapat di dusun Clapar II.

Peternak
Selain nderes warga juga memelihara sapi,kambing,ikan serta ada juga yang beternak burung puyuh yang menghasilkan telur puyuh.

Pedagang
Barang barang yang didagangkan atau dijajakan diantaranya geblek,biasa dijual ke rumah rumah ataupun dijual ke pasar adapula pedagang tempe daun keliling atau pedagang telur puyuh ada pula pedagang warung warung kecil.Dari hasil hasil seperti kopi,pisang melinjo,cengkeh,kolang kaling juga diperjual belikan untuk menyambung hidup dan meningkatkan ekonomi warga.


Fasilitas Fasilitas umum yang terdapat di Dusun Clapar II adalah

·         Masjid
Masjid menjadi hal yang utama sebagai tempat ibadah atau melakukan aktifitas keagamaan.Misalkan sholat ,mengaji dan lainnya.Terdapat 3 masjid didusun Clapar yakni di RT 11,RT 13 dan RT 10.Masjid di RT 11 biasa digunakan untuk aktifitas taman pendidikan Al Quran oleh anak-anak.TPA ini selalu ramai dengan anak anak kecil yang belajar membaca dan menulis alquran .Sehingga keberadaan masjid sangat mendukung untuk meningkatkan keimanan dan kataqwaan untuk para warganya.
·         Sekolah
Sekolah Dasar dan TK dan juga PAUD juga berada didusun Clapar II.Sekolah dasar ini digunakan untuk pendidikan anak anak dusun Clapar secara umum.
·         Kuburan
Kuburan yang berada diwilayah Clapar terbilang sangat unik.Tidak seperti dipemakaman pemakaman lainnya.Keunikanya didirikan atap yang berisikan beberapa kubur orang yang sudah meninggal.Setiap keluarga mempunyai 1 atap makam sehingga dapat digunakan untuk anggotanya yang telah meninggal berkumpul satu atap menjadi satu.Hal inilah yang menandakan bahwa kuburan di Clapar terlihat seperti kumpulan rumah rumah yang tertata rapi.
·         Lapangan
Lapangan sebagai tempat untuk aktivitas olahraga sangat penting.Terlebih ketika memasuki hari kemerdekaan yakni bulan agustusan.Maka fungsi dari lapangan sebagai tempat untuk lomba lomba maupun sarana prasarana kegiatan olahraga seeprti volley dan sebagainya.
·         Puskesmas pembantu
Keberadaan puskesmas sangat penting utnuk memeriksakan kesehatan.Terlebih lagi populasi anak balita dan lansia diclapar sangat tinggi.Sehingga puskesmas selain dimanfaatkan kegiatan pemeriksaan juga penimbangan ,pengukuran tumbuh kembangnya balita maupun untuk mengetauhi kondisi tumbuh para lansia.

Kegiatan Keorganisasian di Clapar II
·         Dusun Siaga
Dusun siaga ini merupakan upaya dari pemerintah daerah untuk menunjang efektifitas atas cepat tanggapnya terhadap satu masalah.Siaga dimaksudkan siap sedia terhadap kegiatan kegiatan yang membutuhkan saling tolong menolong antar warga atau gotong royong maupun kebersamaan.Sehingga dengan adanya kepengurusan organisasi akan menambah terciptanya dusun yang siap tanggap terhadap masalah.
·         PKK (Pendidikan Ketrampilan Keluarga)
Kegiatan PKK identik sekali dengan ibu.Karena melalui kegiatan ini dapat memberdayakan ibu-ibu untuk melakukan kegiatan selain kegiatan rumah tangganya.Kegiatan ini bermanfaat pula untuk ajang sosial para ibu.Kegiatan rutin yang biasa dilakukan ibu ibu PKK warga Clapar II adalah arisan rutin,simpan pinjam.Selain itu terkadang ibu ibu juga mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan desa,kecamatan,dan lembaga lain yang mengadakan.Sehingga dengan Program PKK diharapkan akan meingkatkan  kesejahteraan keluarga.
Kegiatan PKK juga melibatkan berbagai kegiatan misalnya POSYANDU(Pos Pelayanan Terpadu)yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.Adapun juga kegiatan LANSIA masing masing posyandu dan Lansia mempunyai 5 kader untuk membantu.
·         KKLPMD
Sebagai lembaga yang ingin menuntut kemandirian warganya.Hal ini bisa ditunjukkan dengan berbagai kegiatan yang positif diantaranya adalah memberdayakan warganya untuk bisa memproduksi gula untuk dapat dikembangkan terlebih melalui kegiatan ekspor gulanya.Sehingga kegiatan pemberdayaan ibu-ibu untuk membuat gula semut atau gula Kristal juga menjadi salah satu kegiatan KKLPMD Dusun Clapar II.Selain itu juga menaungi gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani dalam kegaiatan perkayuan,perikanan dan penderes.
·         KARANG TARUNA
PANDU sebutan nama untuk Kelompok Karang Taruna Dusun Clapar II . Walaupun belum lama berdiri PANDU ingin menjadi karang taruna yang keberadaanya dapat mempunyai manfaat bagi pemudanya sebagai wadah untuk bisa mengembangkan potensi. Lahir pada tanggal 17 Januari 2010  sebagai Karang taruna pertama setelah adanya pemekaran wilayah Dusun Clapar.
·         Kelompok Kesenian JATILAN
Sebagai kegiatan kesenian kelompok seni jatilan memang tidak harus pentas sesering mungkin.Kelompok ini akan menampilkan kegiatan keseniannya jika ada panggilan orang yang sedang mempunyai hajatan.Sehingga untuk kegiatan rutin perbulannya hanya melakukan latihan tari.Selain itu jatilan adalah seni sebagai saranA hiburan utuk warga dusun dan warga desa pada umumnya.

SEJUTA PESONA
Pemandangan dengan alam yang menawan adalah sesuatu keindahan yang patut disyukuri.Dengan dikelilingi perbukitan mengitari dusun Clapar terlihat sangat mempesona.View view atau pemandangan yang tampak bagus bisa terlihat di atas SD Clapar tepatnya di tempat penampungan air .Dengan 91 kaki anak tangga kita menuju keatas dengan ketinggian 526 dpal kita bisa melihat hamparan alam berwarna hijau ,kita dapat melihat bagian jogja dan sekitarnya maupun desa desa tetangga hargowilispun juga dapat terlihat.Selain itu satu hal lagi yang memacu adrenalin yakni dengan menaiki batu gethok gerot hingga atas.Dihitung ketinggian puncak batu gethok gerot kira kira 426 dpal dan yang terlihat adalah perbukitan menjulang dengan warna-warna hijau .
Matahari terbit atau sunrise adalah pemandangan yang banyak dicari banyak orang.Sunrise di Clapar dapat dilihat diatas SD clapar dengan indahnya.Matahari muncul dengan perlahan-lahan berwarna kemerahan berbentuk bulat menjadi fenomena alam yang bagus untuk disaksikan setiap harinya.Disore hari kita juga dapat menyaksikan Sunset menjelang matahari terbenam dari sudut terindah yakni diatas SD Clapar yang merupakan puncak ketinggian di Dusun Clapar II.


SARAN
-Sarana dan prasarana harap ditingkatkan sekaligus diperbaiki baik pembangunan jalan ,lampu penerangan jalan dan sendang sendang yang belum mendapatkan penutup untuk hal privasi.
-Kegotongroyongan antar warga menjadikan warga satu dengan yang lain sangat lekat semoga selalu ditingkatkan.
-Administrasi mengenai keorganisaian atau lainnya yang belum lengkap ,dari tahun ke tahun selalu dikembangkan sehingga potensi kegiatan berjalan dengan lancer.
-Tetap menjaga lingkungan yang bersih dan sehat agar angka penyakit karena factor lingkungan dapat ditekan seperti penyakit chikungunya dan lainnya.
-Produksi kegiatan gula yang mencapai kegiatan ekspor ke Negara luar semoga selalu ditingkatkan dengan melalui kegiatan-kegiatan Gapoktannya.
REKOMENDASI
-Dusun Clapar II hendaknya melalui kelengkapan administrasinya dapat dijadikan sebagai Dusun wisata yang bernilai atau bermanfaat besar bagi warga Clapar.
-

GARUDA DIDADAKU GARUDA KEBANGGAANKU


TIM GARUDA FAMOUS FAMOUS AND FAMOUS
Belakangan ini peran Media dalam mengekpos dunia sepakbola secara besar besaran membawa pengaruh yang besar.Diantaranya adalah Demam sepakbola bagi semua kalangan.Disini mulai dari rakyat kecil hingga pemangku kepentingan serta tokoh eliite menaruh harapan besar pada tim sepak bola nasional.Tahukah dari anak-anak hingga orang tua tak mengenal jenis kelaminpun sekarang sedang GIBOL alias gila bola.Padahal beberapa tahun terakhir ini bola sebenarnya telah ada disekitar masyarakat.Lalu kenapa sekarang atmosfer dimasyarakat beda Terhadap Olahraga yang satu ini.Beberapa tahun ini memang hanya beberapa media televise yang mempunyai hak siaran terhadap acara program sepak bola nasional bisa dihitung.Dan itupun tidak menggemparkan masyarakat sampai sedemikian rupa.Mengapa hal ini terjadi??
Beberapa kemungkinan menjadi factor utama pemicu masyarakat sangat menggilai Bola dan pemain timnas.Alih alih meningkatkan semangat nasionalisme yang tinggi ternyata itu semua juga dipicu oleh situasi kondisi negeri ini yang butuh sosok hal baru yang membawa angin besar.Mungkin berita bencana alam,korupsi ,kasus kasus partai dan pemerintahan membuat masyarakat jenuh untuk mengikuti perkembangan.Sehingga tawaran lainpun muncul dengan memberikan penyegaran .Ya Prestasi mengalahkan segalanya.Itu mungkin kata yang pas untuk bisa menganggap hal ini menjadi besar.Bahwa dengan bisa mempersembahkna prestasi maka banyak orang akan kagum,simpati dan saying kepada kita.Itulah yang ditunjukkan Timnas kita.Ditengah tengah kasus yang banyak belum kepastian,Timnas memberikan varian lain yang mengajak masyarakat untuk bisa cinta terhadap tanah airnya sendiri.Timnas banyak menyihir dan memukau para penggemarnya hingga mereka menjadi bahan pembicaraan dimana mana.
Bantuan media adalah strtaegi kuat untuk bisa membuat TIMnas menjadi famous di negeri sendiri.Terlbih lagi penggila bola sudah tidak mengenal Gender .Pria wanita pun mulai menyukai.Terlebih lagi stadion sekaran dianggap sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi bersama teman,keluarga dan relasi hanya untuk menonton bola.Dengan ekpos setiap hari ,menjadikan pembeirtaan,mengupas secara tuntas dan lebih mendalam tentang personal pemain timnas,serta menyajikan kemasan berita yang menarik membuat masyarakat mau tidak mau menerima suguhan yang diberikan dari televise.Notabennya televise merupakan media terbesar yang ditonton masyarkata di negeri ini.
Media cetak baik kroan hingga majalah,media penyiaran radio televise hingga media online internet turut besar dalam mempublikasikan Bola bagaikan Gempa masyarakat yang selalu ingin mengetauhi kabar-kabar terbaru.Dari hal ini orang kini lebih tertarik menonton tayangan yang menyajikan TIMNAS.Dulu mungkin banyak yang tidak tahu mengenai aturan aturan dalam sepak bola atau seluk beluk permainan bola.Kini bisa dilihat semua orang mengenal dan mengetauhinya dengan hapal juga pemain pemainnya.Kini Taktik pola penyerangan,pola pertahanan,tekhnik menyerang ,strategi pelatih serta posisi posisi pemain bola pun bisa dihapalkan dengan waktu singkat.Terlebih menghapal nama nama pemain bolanya.
Waw sungguh mengagumkan,Mungkin Setiap hal yang media sajikan ke masyarakat dan menjadi bahan perbincangan telah di setting media sedemikian rupa.Tapi tanpa dukungan seluruh masyarakat Indonesia perbincangan mengenai bola sampai sekarang tidak berarti apa-apa.Seperti hokum permintaan semakin ada banyak jumlah permintaan maka penawaran pun akan semakin banyak.Sehingga masyarakat disuguhi tayangan yang sesuai dengan atmosfer sikon saat ini.
Pemain bolapun tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat terkenal.Dengan prestasi dan keahlian menggocek bola serta bisa memberikan hasil yang terbaik maka pengagumnya kana bertambah dengan sendirinya.Apa sih yang tidak di negeri ini,patut senang karena persepakbolaan kini telah mendapat kepercayaan dari masyarakat.Sehingga dengan adanya kepercayaan tersebut diharapan dapat memotivasi untuk lebih giat lagi untuk berprestasi.Dengan Dukungan,Motivasi/Semangat serta puja dan puji tidak menjadikan tinggi hati untuk selalu memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa.


Sunday, November 21, 2010

Obama Speech @ University of Indonesia

As Prepared for Delivery—

Thank you for this wonderful welcome. Thank you to the people of Jakarta. And thank you to the people of Indonesia. 

I am so glad that I made it to Indonesia, and that Michelle was able to join me. We had a couple of false starts this year, but I was determined to visit a country that has meant so much to me. Unfortunately, it’s a fairly quick visit, but I look forward to coming back a year from now, when Indonesia hosts the East Asia Summit.

Before I go any further, I want to say that our thoughts and prayers are with all of those Indonesians affected by the recent tsunami and volcanic eruptions – particularly those who have lost loved ones, and those who have been displaced. As always, the United States stands with Indonesia in responding to this natural disaster, and we are pleased to be able to help as needed. As neighbors help neighbors and families take in the displaced, I know that the strength and resilience of the Indonesian people will pull you through once more.  

Let me begin with a simple statement: Indonesia is a part of me. I first came to this country when my mother married an Indonesian man named Lolo Soetoro. As a young boy, I was coming to a different world. But the people of Indonesia quickly made me feel at home.

Jakarta looked very different in those days. The city was filled with buildings that were no more than a few stories tall. The Hotel Indonesia was one of the few high rises, and there was just one brand new shopping center called SarinahBetchaks outnumbered automobiles in those days, and the highway quickly gave way to unpaved roads and kampongs.

We moved to Menteng Dalam, where we lived in a small house with a mango tree out front. I learned to love Indonesia while flying kites, running along paddy fields, catching dragonflies, and buying satay and baso from the street vendors. Most of all, I remember the people – the old men and women who welcomed us with smiles; the children who made a foreigner feel like a neighbor; and the teachers who helped me learn about the wider world.

Because Indonesia is made up of thousands of islands, hundreds of languages, and people from scores of regions and ethnic groups, my times here helped me appreciate the common humanity of all people. And while my stepfather, like most Indonesians, was raised a Muslim, he firmly believed that all religions were worthy of respect. In this way, he reflected the spirit of religious tolerance that is enshrined in Indonesia’s Constitution, and that remains one of this country’s defining and inspiring characteristics.

I stayed here for four years – a time that helped shape my childhood; a time that saw the birth of my wonderful sister, Maya; and a time that made such an impression on my mother that she kept returning to Indonesia over the next twenty years to live, work and travel – pursuing her passion of promoting opportunity in Indonesia’s villages, particularly for women and girls. For her entire life, my mother held this place and its people close to her heart.

So much has changed in the four decades since I boarded a plane to move back to Hawaii. If you asked me – or any of my schoolmates who knew me back then – I don’t think any of us could have anticipated that I would one day come back to Jakarta as President of the United States. And few could have anticipated the remarkable story of Indonesia over these last four decades.

The Jakarta that I once knew has grown to a teeming city of nearly ten million, with skyscrapers that dwarf the Hotel Indonesia, and thriving centers of culture and commerce. While my Indonesian friends and I used to run in fields with water buffalo and goats, a new generation of Indonesians is among the most wired in the world – connected through cell phones and social networks. And while Indonesia as a young nation focused inward, a growing Indonesia now plays a key role in the Asia Pacific and the global economy.

This change extends to politics. When my step-father was a boy, he watched his own father and older brother leave home to fight and die in the struggle for Indonesian independence. I’m happy to be here on Heroes Day to honor the memory of so many Indonesians who have sacrificed on behalf of this great country.  

When I moved to Jakarta, it was 1967, a time that followed great suffering and conflict in parts of this country. Even though my step-father had served in the Army, the violence and killing during that time of political upheaval was largely unknown to me because it was unspoken by my Indonesian family and friends. In my household, like so many others across Indonesia, it was an invisible presence. Indonesians had their independence, but fear was not far away.  

In the years since then, Indonesia has charted its own course through an extraordinary democratic transformation – from the rule of an iron fist to the rule of the people. In recent years, the world has watched with hope and admiration, as Indonesians embraced the peaceful transfer of power and the direct election of leaders. And just as your democracy is symbolized by your elected President and legislature, your democracy is sustained and fortified by its checks and balances: a dynamic civil society; political parties and unions; a vibrant media and engaged citizens who have ensured that – in Indonesia -- there will be no turning back.

But even as this land of my youth has changed in so many ways, those things that I learned to love about Indonesia – that spirit of tolerance that is written into your Constitution; symbolized in your mosques and churches and temples; and embodied in your people – still lives on. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. This is the foundation of Indonesia’s example to the world, and this is why Indonesia will play such an important role in the 21st century.

So today, I return to Indonesia as a friend, but also as a President who seeks a deep and enduring partnership between our two countries. Because as vast and diverse countries; as neighbors on either side of the Pacific; and above all as democracies – the United States and Indonesia are bound together by shared interests and shared values.

Yesterday, President Yudhoyono and I announced a new, Comprehensive Partnership between the United States and Indonesia. We are increasing ties between our governments in many different areas, and – just as importantly – we are increasing ties among our people. This is a partnership of equals, grounded in mutual interests and mutual respect.

With the rest of my time today, I’d like to talk about why the story I just told – the story of Indonesia since the days when I lived here – is so important to the United States, and to the world. I will focus on three areas that are closely related, and fundamental to human progress – development, democracy, and religion.

First, the friendship between the United States and Indonesia can advance our mutual interest in development.

When I moved to Indonesia, it would have been hard to imagine a future in which the prosperity of families in Chicago and Jakarta would be connected. But our economies are now global, and Indonesians have experienced both the promise and perils of globalization: from the shock of the Asian financial crisis in the 1990s to the millions lifted out of poverty. What that means – and what we learned in the recent economic crisis – is that we have a stake in each other’s success.

America has a stake in an Indonesia that is growing, with prosperity that is broadly shared among the Indonesian people – because a rising middle class here means new markets for our goods, just as America is a market for yours. And so we are investing more in Indonesia, our exports have grown by nearly 50 percent, and we are opening doors for Americans and Indonesians to do business with one another.  

America has a stake in an Indonesia that plays its rightful role in shaping the global economy. Gone are the days when seven or eight countries could come together to determine the direction of global markets. That is why the G-20 is now the center of international economic cooperation, so that emerging economies like Indonesia have a greater voice and bear greater responsibility. And through its leadership of the G-20’s anti-corruption group, Indonesia should lead on the world stage and by example in embracing transparency and accountability.

America has a stake in an Indonesia that pursues sustainable development, because the way we grow will determine the quality of our lives and the health of our planet. That is why we are developing clean energy technologies that can power industry and preserve Indonesia’s precious natural resources – and America welcomes your country’s strong leadership in the global effort to combat climate change.  

Above all, America has a stake in the success of the Indonesian people. Underneath the headlines of the day, we must build bridges between our peoples, because our future security and prosperity is shared. That is exactly what we are doing – by increased collaboration among our scientists and researchers, and by working together to foster entrepreneurship. And I am especially pleased that we have committed to double the number of American and Indonesian students studying in our respective countries – we want more Indonesian students in our schools, and more American students to come study in this country, so that we can forge new ties that last well into this young century.

These are the issues that really matter in our daily lives. Development, after all, is not simply about growth rates and numbers on a balance sheet. It’s about whether a child can learn the skills they need to make it in a changing world. It’s about whether a good idea is allowed to grow into a business, and not be suffocated by corruption. It’s about whether those forces that have transformed the Jakarta that I once knew –technology and trade and the flow of people and goods – translate into a better life for human beings, a life marked by dignity and opportunity.

This kind of development is inseparable from the role of democracy.

Today, we sometimes hear that democracy stands in the way of economic progress. This is not a new argument. Particularly in times of change and economic uncertainty, some will say that it is easier to take a shortcut to development by trading away the rights of human beings for the power of the state. But that is not what I saw on my trip to India, and that is not what I see in Indonesia. Your achievements demonstrate that democracy and development reinforce one another.  

Like any democracy, you have known setbacks along the way. America is no different. Our own Constitution spoke of the effort to forge a “more perfect union,” and that is a journey we have travelled ever since, enduring Civil War and struggles to extend rights to all of our citizens. But it is precisely this effort that has allowed us to become stronger and more prosperous, while also becoming a more just and free society.

Like other countries that emerged from colonial rule in the last century, Indonesia struggled and sacrificed for the right to determine your destiny. That is what Heroes Day is all about – an Indonesia that belongs to Indonesians. But you also ultimately decided that freedom cannot mean replacing the strong hand of a colonizer with a strongman of your own.

Of course, democracy is messy. Not everyone likes the results of every election. You go through ups and downs. But the journey is worthwhile, and it goes beyond casting a ballot. It takes strong institutions to check the concentration of power. It takes open markets that allow individuals to thrive. It takes a free press and an independent justice system to root out abuse and excess, and to insist upon accountability. It takes open society and active citizens to reject inequality and injustice.

These are the forces that will propel Indonesia forward. And it will require a refusal to tolerate the corruption that stands in the way of opportunity; a commitment to transparency that gives every Indonesian a stake in their government; and a belief that the freedom that Indonesians have fought for is what holds this great nation together.

That is the message of the Indonesians who have advanced this democratic story – from those who fought in the Battle of Surabaya 55 years ago today; to the students who marched peacefully for democracy in the 1990s, to leaders who have embraced the peaceful transition of power in this young century. Because ultimately, it will be the rights of citizens that will stitch together this remarkable Nusantara that stretches from Sabang to Merauke – an insistence that every child born in this country should be treated equally, whether they come from Java or Aceh; Bali or Papua.

That effort extends to the example that Indonesia sets abroad. Indonesia took the initiative to establish the Bali Democracy Forum, an open forum for countries to share their experiences and best practices in fostering democracy. Indonesia has also been at the forefront of pushing for more attention to human rights within ASEAN.  The nations of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny, and the United States will strongly support that right. But the people of Southeast Asia must have the right to determine their own destiny as well. That is why we condemned elections in Burma that were neither free nor fair. That is why we are supporting your vibrant civil society in working with counterparts across this region. Because there is no reason why respect for human rights should stop at the border of any country.

Hand in hand, that is what development and democracy are about – the notion that certain values are universal. Prosperity without freedom is just another form of poverty. Because there are aspirations that human beings share – the liberty of knowing that your leader is accountable to you, and that you won’t be locked up for disagreeing with them; the opportunity to get an education and to work with dignity; the freedom to practice your faith without fear or restriction.

Religion is the final topic that I want to address today, and – like democracy and development – it is fundamental to the Indonesian story.

Like the other Asian nations that I am visiting on this trip, Indonesia is steeped in spirituality – a place where people worship God in many different ways.  Along with this rich diversity, it is also home to the world’s largest Muslim population – a truth that I came to know as a boy when I heard the call to prayer across Jakarta.

Just as individuals are not defined solely by their faith, Indonesia is defined by more than its Muslim population. But we also know that relations between the United States and Muslim communities have frayed over many years. As President, I have made it a priority to begin to repair these relations. As a part of that effort, I went to Cairo last June, and called for a new beginning between the United States and Muslims around the world – one that creates a path for us to move beyond our differences.

I said then, and I will repeat now, that no single speech can eradicate years of mistrust. But I believed then, and I believe today, that we have a choice. We can choose to be defined by our differences, and give in to a future of suspicion and mistrust. Or we can choose to do the hard work of forging common ground, and commit ourselves to the steady pursuit of progress. And I can promise you – no matter what setbacks may come, the United States is committed to human progress. That is who we are. That is what we have done. That is what we will do.

We know well the issues that have caused tensions for many years – issues that I addressed in Cairo. In the 17 months that have passed we have made some progress, but much more work remains to be done.

Innocent civilians in America, Indonesia, and across the world are still targeted by violent extremists. I have made it clear that America is not, and never will be, at war with Islam. Instead, all of us must defeat al Qaeda and its affiliates, who have no claim to be leaders of any religion – certainly not a great, world religion like Islam. But those who want to build must not cede ground to terrorists who seek to destroy. This is not a task for America alone. Indeed, here in Indonesia, you have made progress in rooting out terrorists and combating violent extremism.

In Afghanistan, we continue to work with a coalition of nations to build the capacity of the Afghan government to secure its future. Our shared interest is in building peace in a war-torn land – a peace that provides no safe-haven for violent extremists, and that provides hope for the Afghan people. 

Meanwhile, we have made progress on one of our core commitments - our effort to end the war in Iraq. 100,000 American troops have left Iraq. Iraqis have taken full responsibility for their security. And we will continue to support Iraq as it forms an inclusive government and we bring all of our troops home.

In the Middle East, we have faced false starts and setbacks, but we have been persistent in our pursuit of peace. Israelis and Palestinians restarted direct talks, but enormous obstacles remain. There should be no illusions that peace and security will come easy. But let there be no doubt: we will spare no effort in working for the outcome that is just, and that is in the interest of all the parties involved: two states, Israel and Palestine, living side by side in peace and security. 

The stakes are high in resolving these issues, and the others I have spoken about today. For our world has grown smaller and while those forces that connect us have unleashed opportunity, they also empower those who seek to derail progress. One bomb in a marketplace can obliterate the bustle of daily commerce. One whispered rumor can obscure the truth, and set off violence between communities that once lived in peace. In an age of rapid change and colliding cultures, what we share as human beings can be lost.

But I believe that the history of both America and Indonesia gives us hope. It’s a story written into our national mottos. E pluribus unum – out of many, one. Bhinneka Tunggal Ika – unity in diversity. We are two nations, which have travelled different paths. Yet our nations show that hundreds of millions who hold different beliefs can be united in freedom under one flag. And we are now building on that shared humanity – through the young people who will study in each other’s schools; through the entrepreneurs forging ties that can lead to prosperity; and through our embrace of fundamental democratic values and human aspirations..

Earlier today, I visited the Istiqlal mosque – a place of worship that was still under construction when I lived in Jakarta. I admired its soaring minaret, imposing dome, and welcoming space. But its name and history also speak to what makes Indonesia great. Istiqlal means independence, and its construction was in part a testament to the nation’s struggle for freedom. Moreover, this house of worship for many thousands of Muslims was designed by a Christian architect.

Such is Indonesia’s spirit. Such is the message of Indonesia’s inclusive philosophy, Pancasila. Across an archipelago that contains some of God’s most beautiful creations, islands rising above an ocean named for peace, people choose to worship God as they please. Islam flourishes, but so do other faiths. Development is strengthened by an emerging democracy. Ancient traditions endure, even as a rising power is on the move.

That is not to say that Indonesia is without imperfections. No country is. But here can be found the ability to bridge divides of race and region and religion – that ability to see yourself in all individuals. As a child of a different race coming from a distant country, I found this spirit in the greeting that I received upon moving here: Selamat Datang. As a Christian visiting a mosque on this visit, I found it in the words of a leader who was asked about my visit and said, “Muslims are also allowed in churches. We are all God’s followers.”

That spark of the divine lies within each of us. We cannot give in to doubt or cynicism or despair. The stories of Indonesia and America tell us that history is on the side of human progress; that unity is more powerful than division; and that the people of this world can live together in peace. May our two nations work together, with faith and determination, to share these truths with all mankind.

++++

Wednesday, September 15, 2010

The Real Imagination: WHAT DO YOU WANT AFTER SCHOLL??

The Real Imagination: WHAT DO YOU WANT AFTER SCHOLL??: "DEAR ALL, what do you want? Apa sih yang terpenting setelah lulus kuliah?Kerja atau jadi wirausaha atau menikah ..."

Pencitraan Kandidat melalui Manajemen Citra

                                                                                    
Obama and SBY
                 



                       Kampanye politik menjelang pemilu memang belum dimulai.tapi antusiasme partai partai besar mulai bergeliat berlomba-lomba menampilkan serta mempublikasikan calon presiden yang akan diusung pada pemilu 2009.Setiap tim sukses dari masing-masing partai ingin para kandidat yang dijagokan merebut RI 1 dan RI 2,mereka bekerja keras memasang iklan politik dari media massa baik televisi maupun surat kabar.Iklan yang terpajang pada headline berbagai surat kabar akhir-akhir ini mengindikasikan tujuan utamanya yakni menciptakan citra positif bagi calon kandidat masing-masing partai.Mereka mencari simpati publik dengan memasang wajah calon kandisat beserta lambang partainya diharian-harian terkenal surat kabar ibukota.Penciptaan citra tersebut diharapkan layak dipilih menjadi presiden dan wakil presiden.
                    Melalui iklan yang terang-terangan ataupun terselubung menjelang pemilu kemungkinan besar akan berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat untuk menentukan tujuan pilihan suara kelak.Dari yang golput sampai akhirnya ingin memilih calon kandidat lainnya.Hal tersebut kadangkala hanya membuat masyarakat melihat sebagai segi persuasif semata untuk memilih calon kandidat karena iklan yang ditawarkan.Dalam kenyataanya prosenatse iklan yang ditayangkan belum tentu sesuai dengan faktanya yang terjadi dalam masyarakat.
Iklan politik pra kampanye tersebut dikategorikan sebagai rentetan ajang kampanye politik walaupun masanya belim dimulai.Hal itu diupayakan untuk mendongkrak jumlah pemilih dalam menentukan pilihan pada partai yang bersangkutan,tujuannya untuk memuluskan dan mendapatkan kursi terbanyak jika partainya memenangkan pemilu dan mendapatkan jumlah kursi terbanyak untuk melenggang ke gedung senayanIklan politik itu sebagai upaya pengukuhan dari calon kandidat yang ingin citranya dikenal secara luas dan diterima oleh khalayak.”kampanye politik lewat media massa,jumlah orang yang pandangan aslinya diperteguh ternyata 10 kali jumlah orang yang pandangannya berubah,Kalaupun terjadi perubahan pandangan,itu merupakan peneguhan tidak langsung artinya orang yang bersangkutan merasa tidak puas dengan pandangan awalnya sebelum pandangannya berubah(Josseph Tklapper.1973:323).
Senada dengan joseph ,Teori kategori sosial dari Melvin D fleur mengansumsikan bahwa khalayak cenderung memilih pesan yang sesuai dan menghindari pesan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kepentingan,kelompok sosial (termasuk partai politik ,kelompok etnis dan kelompok agama mereka).
               Dalam kampanye politik citra sangat penting untuk menunjang jumlah pemilih dalam menentukan pilihan.Dari citra partai hingga citra kandidat itu sendiri.Kampanye politik merupakan penciptaan,penciptaan ulang dan pengalihan lambang signifikan secara sinambung melalui komunikasi.Citra capres maupun cawapres akan lebih lengkap dengan adanya tim ahli yang mendukungnya.Tim ahli ini diharapkan mampu mengembangkan strategi jitu dalam mengelola citra kandidat .Pada pengalaman pemilu Amerika kemarin menunjukkan bahwa selain tim sukses dan tim ahli berperan penting dalam kemenangan Barrack Obama.Misalnya saja Public Relationnya dari partai Demokrat yang mempunyai strategi positioning yakni menciptakan citra Obama yang riwayat hidunya penuh inspirasi,memukau menggugah kesadaran khalayak luas serta menginspirasi kita menuju perubahan.Sebagai aktor politik yang anti perang.Jika tim sukses yakni tim ahli dipakei oleh capres dan cawapres oleh masing-masing partai maka akan mengarahkan kandidat politik untuk tampil prima dan kuat dimata khalayak.
                 Dukungan dari tim sukses tidak akan sempurna jika dari intrenal calon kandidat tidak ada perubahan.Komunikasipun menjadi hal yang utama dan sangat diperhitungkan bagi calon pemilihnya.Komunikasi verbal maupun non verbal manjadi hal utma yang harus diperharikan.Ini penting sekali jika para kandidat tampil di depan publik yakni televisi secara langsung ataupun tidak.Latar belakang budaya merupakan menjadi tonggak penting dalam mempengaruhi citra seorang kandidat.Apalagi Indonesia merupakan negara yang rakyatnya menyukai tentang image dari tokohnya yang bersahaja,sederhana dan mau mengerti hati nurani rakyatnya.Image berpakaian pun penting untuk ditelaah lebih lanjut.Misalnya saja memakai batik atau pakaian tidak resmi di sela-sela kegiatan yang tidak berhubungan dengan kenegaraan.
                  Setelah citra yang melekat dalam dirinya ,tidak serta merta menjadikan dia harus jaga image setiap saat.Tapi citra diupayakan mampu menjadikan para kandidat dalam kenyatan hidupnya baik citra yang disandangnya sampai mampu melenggang menduduki orang no 1di negeri ini.Penciptaan citra akan semakin sempurna dibarengi dengan pemberitaan pers secar gencar.Atribut politik dan gaya personal seorang kandidat politik seperti persepsi oleh pemberi suara membentuk citra bagi para pemilih tentang orang yang berusaha menjadi pejabat.Seperti riset yang dilakukan pada tahun 1952 sampai 1972 di AS survey membuktikan sifat yang menjadi label kandidat yakni atraksi personal.Dimana survey tersebut mendominasi citra publik tentang kandidat kepresidenan.
Menelaah tentang kemenangan Barrack obama sebagai pemenang presiaden Amerika dibalik itu semua image yang melekat dalam dirinya yakni figur yang mempunyai ideologi perubahan dalam segala hal,atau radikal,anti perang ,bersahaja,ibarat penghipnotis yang beraksi terhadap korbannya dari artian yang positif.Bagi para pemilih calon kandidat rata-rata mempunyai impian tentang citra kandidat yang ideal..Banyak pemilih yang memberikan suaranya mempunyai konsepsi tentang sifat-sifat yang paling diinginkan pada pemegang jabatan pemerintah dan ciri-ciri yang oleh mereka dianggap paling pantas ditolak.Buktinya citra standart yang digunakan pemberi suara untuk membandingkan dan menilai siat-sifat yang dipersepsi pada kandidatnya benar-benar untuk mencalonkan diari untuk jabatan.
                  Miller dan Jackson melelui studinya menyatakan bahwa citra ideal bagi calon kandidat terdiiri dari beberapa unsur.Dan beberapa studi lainnya melaporkan bahwa standart citra calon kandidat diantaranya kedewasaan,kejujuran,kesungguhan,kekuatan,kegiatan dan energi dan kesemuanya gabungan tersebut dikenal dengan nama ”pahlawan politik”.Miller dan jackson membandingkan citra kandidat diantaranya struktur citra rakyat tentang pemegang jabatan yang sangat stabil,citra demikian memiliki dimensi –dimensi yang jelas termasuk bagaimana orang membayangkan sifat pribadi,latar belakang profesional,afiliasi partai dan pendirian ideologis kandidat yang ideal, ;kelebihan seorang kandidat terhadap yang lain dalam pikiran memberi suara sebagian besar merupakan fungsi bagaimana masing-masing kandidat memenuhi sifat yang ideal.
               Media lekat sekali dengan pembentukan sebuah citra.Gene Weykof (prodeser tv dan radio)menytakan bahwa media menanamkan citra sebagai predisposisi media dimana tv menciptakan bahasa simbolik yang membentuk streotip orang baik dan orang jahat media mengajari pemberi suara sepanjang tahun tanpa dan orang jahat.Citra mewujudkan personifikasi tokoh yang dikagumi atau dibenci secara universal dalam budaya Amerika.
Dalam budaya negara kita citra seorang kandidat akan sangat terpatri jika calon tersebut simpati kepada rakyatnya .Masalah latar belakang dari sipil atau militer tidak menjadi perdebataan yang berarti asalkan mereka peduli dan mau mengerti,memahami rakyat kecil.
Penciptaan citra melalui tv mendominasi partai-partai yang memilih media ini dari media lain, karena tv dengan kultivasinya diyakinkan akan kena pada sasaran.Di jaman yang serba tekhnologi ini calon kandidat dituntut untuk tampil apik di tv.Tidak hanya cara berbusana cara berbicarapun yakni bagaimana mengatakan hal yang disampaikan sangat penting menjaga pencitraan yang positif.Apalagi di tahun 2009 nanti para kandidat politik kita akan mengikuti debat capres dan cawapres yang konsekuensinya mengharuskan mereka mengakui pentingnya citra diri mereka.Visualisasi yang ditampilkan mengharuskan mereka sadar akan gaya busana.Busana menyampaikan pesan karena busana menyangkut pilihan dan pilihan mencerminkan kepribadian.,tatanan rambut,make up,komunikasi non verbalnya dan sebagainya melambangkan kekuasaan wewenang dan atribut-atribut lainnya.
                    Kemampuan seorang kandidat saat melakukan debat akan menjadi timbangan yang berarti untuk mempengaruhi jumlah pemilih jika pada saat berlangsungnya debat dia selalu memperhatikan kesadaran diri dan konsentrasinya.Kandidat harus selalu sadar dan konsentrasi di depan kamera.Biasanya kamera akan membuat bubar kosentrasi jika para kandidat tidak bisa mengendalikan dirinya.Cara berbicara di depan kamera,ekspresi wajah saat atu sela pada saat menjawab pertanyaan atau sebagainya serta jika terjadi pengambilan gambar dari berbagai sudut kamera kandidat harus tetap santai dan konsentrasi.Attitude pada saat berlangsungnya debat harus diskenariokan agar debat berjalan dengan lancar.
Pencitraan tidak hanya dari diri seorang kandidat tapi juga dari ekternal kandidat menjadikan poin penting .Bagi para kandidat pemilu 2009 hendaknya telah memiliki tim ahli untuk merubah atau permak dirinya menjadi calon kandidat yang ideal dalam segala hal.Kekompakan antara partai politik,simpatisan serta program-program kampanye diharapkan juga menciptakan citra bagi kandidat yang dipilihnya.Tim sukses dan tim ahli akan sempurna jika keduanya bersanding menciptakan citra diri positif bagi kandidat kuatnya.
               Tak ubahnya yang terjadi pada margaret Thacter ,sebelum menjadi perdana mentri Inggris sama sekali meremehkan citra diri dan melalukan semau yang ia suka.”Dengan arahan konsultan PR Gordon Reece akhir tahun 1970an Margareth Thacer bersedia dipermak lebih atraktif bagi calon pemilih(Brian McNair 1999).Peniruan ini juga selayaknya harus dilakukan para kandidat capres dan cawapres jika tujuannya nanti dapat tercapai walaupun harus menanggalkan citra dirinya yang sebenarnya dan untuk kepentingan publik secara luas maka citra diri yang ideal adalah dambaan bagi banyak pemilih

Tuesday, September 14, 2010

                        



 What is most important in marriage??

                  Menikah kata itu sering membuat yang mendengar merasa suka cita.Ya benar saja karena momen menikah akan banyak ditunggu oleh semua orang.Baik yang menikah itu sendiri maupun sebagai orang luar yang merasa ikut senang.Karena manusia di dunia ini diciptakan dalam berpasang-pasangan.Sehingga sebuah pernikahan memang dijadikan sebagai bagian dari ibadah bagi yang sudah mampu untuk melaksanakan.Namun jika kita ingin menikah tidak bisa sembarangan menganggap bahwa pernikahan itu enteng.Butuh sebuah starategi ataupun metode untuk bisa mempertahankan maupun menjaga sebuah pernikahan.
So apa saja yang terpentingndalam sebuah pernikahan

                        Yang pertama pernikahan itu membutuhkan sebuah kecocokan.Dimana kecocokan itu nantinya akan menimbulkan chemistri .Jikalau sepasang kekasih di dalam hubungannya tidak menimbulkan kecocokan niscaya dalam biduk rumah tangganya tidak akan ada saling kekompakan yang memang selayaknya itu sangat penting.Dalam sebuah hubungan kecocokan itu menjadi hal utama.Ibarat kata jurang yang lebar akan adanya cekcok akan dapat diminimalisir.Itu tentunya semua mengiyakan bahwa kalau kita tidak cocok dengan orang lain saja maka kita akan berusaha untuk menghindarinya.Oleh sebabnya kecocokan membutuhkan sebuah proses.Proses itu dimana kita sering kali bertemu dengan pasangan menciptakan hubungan yang seiya sekata.Maka dengan adanya kecocokan akan menambah variasi dalam menjalin sebuah hubungan tersebut.Cocok dalam hal ini bisa dicontohkan dengan hal hal keseharian,cocok dalam berbicara,cocok dalam pemikiran yang mengedepankan logika dan realita,cocok dalam segala hal baik itu kesukaan buat para pasangan ataupun kecocokan dalam berpendapat sekalipun.Sehingga dengan kecocokan akan menimbulkan hubungan yang selaras,serasi dan seimbang.

Nah hal yang kedua kadang juga bisa dijadikan sebagai acuan yakni saling adanya kepercayaan.Ya mungkin kata percaya sangat mudah diucapkan terlebih dengan keduanya saling meyakini satu sama lain terhadap pasangannya.Tapi dalam kenyataanya yang sebenarnya percaya itu cukup sulit dipraktekan.Percaya jika telah ada kesepakatan maka akan lebih mudah menjalaninya.Karena sudah ada komitmen antara keduanya untuk saling mempercayai satu sama lain.Modal kepercayaan saja sebenarnya tidak cukup untuk membina sebuah rumah tangga.Tapi dengan kita berusaha percaya satu sama lain maka konflikpun berangsur angsur atau mungkin tiada dalam sebuah hubungan.
Percaya itu penting karena sangat menyangkut privasi masing masing orang seseorang.Percaya itu datangnya dari otak dan pikiran sehingga yang berbicara adalah hati dan logika.Kalaupun kita tidak mudah percaya dengan seseorang maka hal besar  kemungkinan akan besar menghadapi.Itu karena apa kepercayaan terhadap seseorang sangat dihargai.
Dan yang ketiga menyangkut yang mungkin paling menjadi pertimbangan dalam pernikahan adalah komunikasi yang baik dan harmonis.Kita memang tidak dituntut setiap waktu baik detk,menit maupun jam.Komunikasi mengibaratkan sebuah alat yang digunakan untuk tetap menjaga hubungan yang harmonis,saling pengertian,memahami dan adanya umpan balik.Dengan komunikasi diharapkan kesalahpahaman akan jauh diantara pernikahan.Itu karena apa dengan komunikasi yang baik dan afektif akan menciptakan kondisi yang kondusif.Realnya komunikasi adalah saling berbicara,sharing,menyatakan pendapat,dan lainnya.Jika komunikasi tidak dilakukan amak dengan sendirinya kesalahpahaman akan datang sendiri

So Menurutku 3 hal yang mendasar pentingnya dalam pernikahan adalh itu,What about you??